Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Satu Tahun Program MBG, Prabowo Klaim Sudah Jangkau 55 Juta Penerima

Presiden Prabowo Subianto membuka retret Kabinet Merah Putih jilid II di kediaman pribadinya di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto membuka retret Kabinet Merah Putih jilid II di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya sih...
  • Dia membandingkan capaian program serupa di Brasil.
  • MBG menjadi bentuk intervensi langsung negara mengatasi, di antaranya, persoalan stunting.
  • Prabowo mengklaim tingkat keberhasilan MBG sangat tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto mengklaim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 55 juta penerima manfaat dalam satu tahun pelaksanaannya.

Dia menyebut program unggulan pemerintah itu sebagai bentuk intervensi langsung negara dalam mengatasi persoalan gizi, stunting, hingga kelaparan, khususnya pada anak-anak sekolah dan ibu hamil.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dia memberikan pengarahan dalam taklimat awal tahun pada Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Menurutnya, MBG dicanangkan dengan latar belakang masih tingginya angka kekurangan gizi di Indonesia.

Berbagai kajian menunjukkan sekitar 20 persen anak Indonesia mengalami kekurangan gizi. Bahkan, di sejumlah daerah angkanya menembus lebih dari 30 persen. Dalam hematnya, kondisi itu diperparah dengan fakta bahwa jutaan anak berangkat ke sekolah tanpa asupan pangan yang memadai.

“Puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak yang makan hanya nasi dengan daun-daunan,” kata Prabowo yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Program MBG resmi dijalankan pada 6 Januari 2025. Tepat setahun berselang, dia menerima laporan bahwa jumlah penerima manfaat telah mencapai 55 juta orang.

Ia pun membandingkan capaian tersebut dengan negara lain yang lebih dulu menerapkan program serupa. Prabowo mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu hingga 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat.

Meski demikian, Prabowo tidak menampik kekurangan dan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program berskala besar tersebut. Namun, ia tetap menilai tingkat keberhasilan MBG sangat tinggi.

“Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan, tapi secara objektif statistik boleh dikatakan kita 99,99 persen berhasil,” katanya.

Prabowo memastikan pemerintah tidak akan berpuas diri. Pengawasan dan pengamanan program akan terus diperkuat dengan target zero defect.

“Kekurangan sekecil apa pun harus kita atasi. Langkah demi langkah pengawasan terus kita lakukan,” ujarnya.

Esensi utama MBG, menurutnya, adalah memastikan rakyat tidak kelaparan melalui kehadiran negara. Ia bahkan mengutip pernyataan presiden pertama, Sukarno, “The hungry stomach cannot wait.”

“Pemimpin yang punya hati dan kepedulian harus bekerja keras untuk itu,” kata Prabowo.

Pada kesempatan sama, Prabowo juga menyinggung sikap skeptis sejumlah pihak terhadap MBG pada awal pelaksanaannya. Namun, ia menilai capaian saat ini menjadi bukti bahwa program tersebut berjalan sesuai harapan.

“Banyak pakar mengejek dan menyinyiri, mengatakan MBG pasti gagal. Tapi kita buktikan MBG berhasil dan dinantikan rakyat,” ujarnya.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Tren Pindah Kantor, Indikasi Kepercayaan Dunia Usaha Mulai Pulih

07 Jan 2026, 16:11 WIBNews