Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tambah Pasokan 290 MMSCFD, Bahlil Resmikan Proyek Gas JNE#6 dan Lapangan Maha
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (YouTube/Kementerian ESDM)
  • Bahlil Lahadalia meresmikan pengaliran gas Sumur Jangkrik North East #6 dan peningkatan produksi Lapangan Maha di Kalimantan Timur.
  • Proyek patungan Eni-Petronas menambah pasokan hingga 290 MMSCFD, terdiri dari JNE#6 sebesar 60 MMSCFD dan Maha 230 MMSCFD bertahap sampai akhir Oktober 2026.
  • Tambahan produksi membuat FPU Jangkrik diproyeksikan mencapai 700–750 MMSCFD; pemerintah juga menargetkan produksi gas 3.000 MMSCFD pada 2028–2029.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meresmikan pengaliran gas dari Sumur Jangkrik North East (JNE) #6 dan peningkatan produksi Lapangan Maha di Kalimantan Timur, Kamis (22/10).

Kedua proyek ini menambah pasokan gas bumi hingga 290 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Pengembangan proyek dilakukan oleh Searah, perusahaan patungan Eni dan Petronas. Tambahan pasokan berasal dari pengaliran gas Sumur JNE#6 sebesar 60 MMSCFD serta produksi Lapangan Maha sebesar 230 MMSCFD secara bertahap hingga akhir Oktober 2026.

“Saya resmikan operasionalisasi sumur gas Jangkrik dan fasilitas produksi lapangan Maha South Hub yang akan mencapai kurang lebih sekitar 290 MMSCFD,” kata Bahlil dalam peresmian secara virtual, Kamis (22/10).

Bahlil menyatakan tambahan pasokan ini berfungsi menopang ketahanan energi dan memenuhi kebutuhan gas dalam negeri.

“Ini adalah sebuah angka yang tidak sedikit, karena ini bisa meng-cover kebutuhan kita,” lanjutnya.

Tambahan pasokan mendorong fasilitas produksi terapung (FPU) Jangkrik beroperasi mendekati kapasitas penuh. Sebelumnya, FPU Jangkrik mengandalkan produksi lapangan lama sebesar 450 MMSCFD. Total produksi FPU Jangkrik kini diproyeksikan mencapai 700–750 MMSCFD.

“Sekarang berarti overall sudah mencapai 750 MMSCFD karena existing kurang lebih sekitar 450 MM. Sekarang tambah lagi kurang lebih sekitar 300, berarti sudah mencapai 750 MMSCFD,” ujar Bahlil.

Di luar Jangkrik dan Maha, pemerintah menargetkan produksi gas mencapai 3.000 MMSCFD pada periode 2028–2029. Target ini dikejar melalui pengembangan kawasan Geng North dan temuan blok migas bersama KKKS Eni.

Pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan menghasilkan kondensat 130.000 barel per hari (bph). Hasil ini ditargetkan menyokong capaian produksi minyak dan kondensat nasional sebesar 900.000 hingga 1 juta bph pada 2029–2030, dari posisi saat ini pada kisaran 600.000 bph.

“Kurang lebih pada 2028–2029 total produksi nanti kita untuk gas itu akan mencapai sekitar 3.000 MMscfd. Dan untuk kondensat itu kurang lebih sekitar 130.000 bph,” kata Bahlil.

Bahlil menginstruksikan SKK Migas dan Ditjen Migas mempercepat proses administrasi, perizinan, dan persetujuan plan of development (PoD). Percepatan ini bertujuan agar cadangan migas segera masuk ke tahap produksi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article