Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Temui Investor AS, Purbaya Jawab Keraguan Atas Investasi di Indonesia
Purbaya bertemu investor AS. Dok Kemenkeu
  • Purbaya Yudhi Sadewa bertemu investor besar AS di New York dan Washington DC untuk menjelaskan kondisi makro ekonomi serta strategi fiskal Indonesia guna menghapus keraguan investasi.
  • Investor AS menilai kebijakan fundamental Indonesia solid, namun ingin memastikan kenyamanan berinvestasi, sementara Purbaya menegaskan pertumbuhan ekonomi tetap sesuai target APBN.
  • Hingga Maret 2026, pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun dan belanja Rp815 triliun dengan defisit 0,93 persen PDB; pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan sejumlah investor potensial Amerika Serikat (AS) di New York dan Washington DC, Amerika Serikat seperti HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett dan TD Asset Management. Dalam kesempatan tersebut, ia meyakinkan bagaimana kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal RI untuk menghapuskan keraguan investor AS terhadap Indonesia.

"Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan," kata Purbaya dalam keterangannya, Selasa (14/4).

Usai melakukan pertemuan, Purbaya menjelaskan bahwa investor asal AS tidak ragu akan kebijakan fundamental makro yang telah dirancang. Namun, mereka ingin memastikan kondisi terkini soal kenyamanan berinvestasi.

“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” kata Purbaya.

Purbaya juga mengatakan, investor AS beranggapan bahwa beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia. “Seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” kata Menkeu.

Untuk meyakinkan investor AS, Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia terus tumbuh sesuai dengan target di APBN. Purbaya memastikan bahwa implementasi kebijakan juga sesuai dengan design yang telah dirancang sebelumnya.

"Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di kuartal I dan pada kuartal II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.

Dalam kesempatan terpisah, Purbaya memaparkan bahwa pendapatan negara hingga Maret 2026 memcapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Sementara itu, realisasi belanja negara melonjak 31,4 persen (yoy) menjadi Rp815 triliun per Maret 2026.

Alhasil, defisit APBN tercatat sebesar Rp240,1 triliun. Nilai tersebut setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan dinilai masih dalam koridor yang dirancang pemerintah sejak awal tahun. 

Purbaya menargetkan bahwa Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen (yoy) pada 2025.

Editorial Team