Jakarta, FORTUNE - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mampu meraih laba sebelum pajak senilai Rp40,9 miliar, atau tumbuh 52,1 persen (yoy) pada semester I-2023. Adapun rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 31,28 persen per akhir Juni 2023, berada jauh di atas ambang batas ketentuan regulator.
Dengan kondisi tersebut, Bank Muamalat berencana mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi korporasi ini hanya sebatas listing tanpa diikuti penawaran umum, sehingga tidak ada skema kepemilikan saham.
Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, selain untuk memenuhi ketentuan regulator, tujuan dari listing ini juga untuk menambah likuiditas efek syariah di pasar modal.
“Kami berharap dengan tercatatnya saham Bank Muamalat di BEI nanti dapat turut berkontribusi dalam memperbesar dan mengembangkan pasar modal syariah di Indonesia,” kata Indra melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/8).
Seperti diketahui sebelumnya, Bank Muamalat telah menjadi perusahaan terbuka sejak tahun 1993 namun sahamnya belum tercatat di BEI. Sementara itu, total modal Bank Muamalat mencapai Rp7,0 triliun per 30 Juni 2023.
