Comscore Tracker
SHARIA

BSI Jadi Mitra Kemenkeu, Salurkan Gaji hingga Surat Berharga Syariah

160 ribu ASN terima gaji lewat BSI.

BSI Jadi Mitra Kemenkeu, Salurkan Gaji hingga Surat Berharga SyariahShutterStock/CahyadiSugi

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap menjadi mitra Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan menghadirkan tiga layanan transaksi sekaligus di lingkungan lembaga negara. BSI kini memiliki tiga peran, yakni bank penyalur gaji, bank persepsi,dan bank pengelola rekening khusus Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi  mengatakan, belum genap berusia satu tahun sejak hadir pada 1 Februari 2021, saat ini BSI telah dipercaya menjadi bank penyalur gaji (payroll) bagi lebih dari dari 160 ribu aparatur sipil negara (ASN) dan prajurit TNI, serta personel Polri di seluruh Indonesia.

“Besaran anggaran gaji ASN, TNI dan Polri yang disalurkan BSI per bulannya mencapai lebih dari Rp600 miliar," ujar Hery dalam acara Grand Launching BSI sebagai Penyalur Gaji, Selasa (11/1).

Memacu layanan keuangan syariah di lingkungan lembaga negara

Hery Gunardi mengatakan, sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus meningkatkan sinergi, siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memacu layanan transaksi keuangan syariah di lingkungan lembaga negara dan berperan aktif mendukung pembangunan ekonomi.

"Kami siap memfasilitasi para ASN, prajurit TNI dan anggota Polri menikmati layanan syariah BSI. Dukungan juga kami hadirkan dalam memfasilitasi kementerian dan lembaga negara melalui layanan e-channel BSI,” katanya.

Di samping itu, layanan e-channel BSI diperuntukkan untuk menerima pembayaran modul penerimaan negara dan pendapatan negara bukan pajak, serta layanan pengelolaan SBSN sesuai syariah.

Bidik target baru

Tahun ini, BSI bertekad merealisasikan target tambahan sebagai bank penyalur gaji bagi lebih dari 100 ribu ASN, prajurit TNI dan anggota Polri untuk beralih pembayaran gajinya melalui BSI. Adapun sebagai bank persepsi pada penerimaan negara secara elektronik, BSI berkomitmen untuk memberi andil positif dalam melayani pembayaran penerimaan negara secara realtime, transparan dan efektif. 

“Harapannya dapat mendukung Kemenkeu dalam proses administrasi dan implementasi modul penerimaan negara Gen.3 yang baru saja diresmikan,” ujar Hery.

Dengan adanya layanan ini, nasabah BSI dapat membayar pajak secara realtime melalui berbagai kanal pembayaran yaitu, BSI Mobile, CMS, BSI Net, dan Teller.

Sebagai informasi, hingga kuartal III/2021, BSI membukukan laba bersih Rp2,26 triliun atau naik 37,01 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Perolehan laba ditopang keberhasilan BSI menjaga kualitas pembiayaan yang tercermin dari non-performing financing (NPF) nett di level 1,02 persen.

Adapun total pembiayaan yang disalurkan perseroan senilai Rp163,32 triliun atau tumbuh 7,38 persen yoy per September 2021. Adapun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp219,19 triliun. Kinerja positif yang diraih BSI turut dipengaruhi keputusan merger pada 1 Februari 2021. Ketiga bank yang merger menjadi BSI adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, dan BNI Syariah.

Related Articles