SHARIA

Cara Membuka Tabungan Haji di BSI, Setoran Awal Rp100 Ribu

Membuka tabungan haji sebagai persiapan ke tanah suci.

Cara Membuka Tabungan Haji di BSI, Setoran Awal Rp100 RibuIlustrasi Nasabah BSI Berangkat Haji/Dok BSI
22 May 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Membuka Tabungan Haji menjadi salah satu persiapan penting bagi umat Muslim yang bercita-cita menunaikan ibadah haji. Bank Syariah Indonesia (BSI) menawarkan berbagai kemudahan dan keuntungan bagi nasabah yang ingin membuka tabungan haji.

Tabungan haji BSI tersedia dalam bentuk rupiah atau dolar Amerika Serikat (AS). Dikutip dari situs resmi BSI, Rabu (22/5), produk tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk merencanakan ibadah umrah.

Dengan membuka tabungan haji di BSI, Anda sudah selangkah memulai perjalanan ke tanah suci dan mempersiapkannya dengan matang. Anda juga bisa lebih fokus pada persiapan spiritual dan fisik untuk menjalankan ibadah haji. Berikut ini adalah panduan lengkap mengenai cara membuka tabungan haji di BSI.

Syarat dan cara membuka tabungan haji BSI

Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas bisa membuka tabungan haji BSI. Berikut syarat yang harus dipenuhi:

  1. Melampirkan kartu identitas diri (Kartu Tanda Penduduk/KTP),
  2. Melampirkan Nomor Peserta Wajib Pajak (NPWP) atau surat pernyataan bagi yang belum memiliki NPWP.
  3. Menyiapkan dana setoran awal Rp100 ribu.
  4. Minimum setoran selanjutnya Rp100 ribu.

Jika Anda sudah memenuhi persyaratan tersebut, Anda dapat mengunjungi kantor cabang BSI terdekat. Setelah membuka tabungan, nasabah akan menerima kartu debit BSI Haji Indonesia, akses e-channel, bebas biaya administrasi bulanan, koneksi online dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), serta fasilitas autodebet untuk tabungan.

Cara mendaftar haji setelah buka tabungan BSI

Untuk melanjutkan pendaftaran haji, nasabah perlu memiliki dana sebesar Rp25,1 juta. Pendaftaran porsi haji bisa dilakukan di semua cabang BSI dengan melampirkan KTP, NPWP atau surat pernyataan, dan akad wakalah.

Setelah membayar dana pendaftaran porsi haji di BSI, nasabah harus mendatangi kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk mendaftar ulang. Saat mendaftar ulang, nasabah harus membawa KTP, buku tabungan, nomor validasi, akad wakalah, kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran/surat kenal lahir/ijazah.

Agar proses menabung untuk haji berjalan lancar, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  1. Rencanakan keuangan. Buat perencanaan keuangan yang matang agar Anda bisa menyisihkan dana secara rutin.
  2. Manfaatkan autodebet. Layanan autodebet dari rekening gaji ke tabungan haji bisa mempermudah Anda dalam menyetorkan dana secara rutin.
  3. Cek saldo secara berkala. Pantau saldo tabungan Anda secara berkala untuk memastikan bahwa setoran berjalan sesuai rencana.

Membuka tabungan haji di BSI menjadi opsi bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah haji dengan tenang dan aman. Pastikan pula untuk selalu memeriksa informasi terbaru dan promo yang ditawarkan oleh BSI agar mendapatkan manfaat maksimal dari tabungan haji Anda.

Related Topics