Jakarta, FORTUNE – PT Bank Mega Syariah (BMS) membukukan pertumbuhan pembiayaan konsumer secara tahunan (year-on-year/YoY) melebihi 17 persen hingga menyentuh angka Rp601 miliar pada Juni 2026. Catatan kinerja ini ditopang oleh produk pembiayaan emas yang terus menunjukkan tren positif.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menyampaikan lonjakan tersebut mencerminkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan syariah yang relevan, praktis, serta sesuai dengan perencanaan keuangan nasabah.
“Segmen konsumer menjadi salah satu area yang terus kami perkuat. Pertumbuhan portofolio hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa produk pembiayaan Bank Mega Syariah semakin diterima masyarakat,” ujar Benadicto dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (21/7).
Portofolio pembiayaan emas BMS mencatatkan nilai Rp42,6 miliar per Juni 2026. Bahkan, akumulasi penyaluran pembiayaan logam mulia lewat lini bisnis ini telah mencapai 22,3 kilogram sepanjang periode Desember 2025 hingga Juni 2026.
Menatap sisa tahun ini, manajemen BMS bertekad menjaga momentum ekspansi melalui optimalisasi produk unggulan, penetrasi ekosistem berbasis komunitas, serta akselerasi kapabilitas digital.
“Strategi kami hingga akhir tahun akan difokuskan pada penguatan produk dengan permintaan yang terus tumbuh, termasuk pembiayaan emas, pembiayaan tanpa agunan dan pembiayaan haji khusus. Kami juga akan memperkuat sinergi dengan jaringan cabang, meningkatkan kualitas proses akuisisi, serta mengoptimalkan kanal digital agar layanan pembiayaan semakin mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan nasabah,” kata Benadicto.
Kendati memacu laju pertumbuhan, BMS menegaskan komitmennya untuk tetap menerapkan asas kehati-hatian (prudential banking). Langkah preventif dijalankan melalui pengetatan sistem pemantauan portofolio, peningkatan mutu pembiayaan, hingga penyempurnaan strategi penagihan (collection) demi menjamin keberlanjutan bisnis yang sehat.
“Pertumbuhan pembiayaan harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik. Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas portofolio melalui pemantauan yang lebih disiplin, perbaikan proses, dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah,” kata Benadicto.
