Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Laba BSI Tumbuh Impresif 40,68%, Capai Rp4,26 Triliun
Paparan Kinerja Kuartal I-2022 BSI

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja yang impresif sepanjang 2022 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp4,26 triliun, tumbuh 40,68 persen secara tahunan (yoy).  

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan, laba ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang sehat dari segmen retail dan wholesale serta didukung oleh peningkatan dana murah, kualitas pembiayaan yang baik, efisiensi dan efektivitas biaya dan fee based income (FBI). 

"Pencapaian ini membuktikan strategic response BSI yang tepat untuk meraih pertumbuhan bisnis yang sehat, penghimpunan dana masyarakat, menjaga sustainability pertumbuhan yang fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah, serta menjaga kualitas aset,” kata Hery melalui konferensi video di Jakarta, Rabu (1/2). 

DPK BSI tumbuh 12,11%

ShutterStock/CahyadiSugi

Lebih lanjut Hery menambahkan, peningkatan laba bersih juga didorong oleh pencapaian kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp261,49 triliun yang tumbuh 12,11 persen secara yoy. 

Dari penghimpunan tersebut didominasi oleh tabungan wadiah mencapai Rp 44,21 triliun dengan jumlah nasabah BSI mencapai 17,78 juta orang. Pencapaian ini memberikan pengaruh positif terhadap rasio Cost of Fund (CoF) BSI menjadi 1,62 persen 

Pertumbuhan laba perseroan juga diiringi dengan meningkatnya aset BSI yang saat ini mencapai Rp 305,73 triliun, tumbuh 15,24 persen secara year on year. 

Pembiayaan BSI tumbuh 21,26%

ShutterStock/Farzand01

Hery menambahkan, memasuki usia 2 tahun BSI telah mencatatkan pembiayaan yang tumbuh 21,26 persen secara yoy menjadi Rp207,70 triliun di akhir 2022. 

Dari nilai tersebut, porsi pembiayaan masih didominasi oleh pembiayaan konsumer sebesar Rp 106,40 triliun, tumbuh 25,94 persen yoy. Selain itu, pembiayaan wholesale sebesar Rp 57,18 triliun atau tumbuh 15,80 persen yoy dan pembiayaan mikro yang mencapai Rp 18,74 triliun, tumbuh 32,71 persen yoy. 

Pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan kualitas pembiayaan yang terjaga baik tercermin dari NPF Gross di level 2,42 persen. Sedangkan untuk peningkatan fee based income BSI Mobile mencapai Rp 251 miliar, tumbuh 67 persen secara yoy.

Editorial Team

Related Article