Jakarta, FORTUNE – Meningkatnya aktivitas serangan siber di Indonesia membuat kesiapan menghadapi krisis digital semakin mendapat perhatian dari kalangan pemimpin perusahaan.
Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang 2025 terdeteksi lebih dari 5,16 miliar anomali trafik atau indikasi aktivitas siber yang memerlukan perhatian. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa kesiapan organisasi dalam merespons insiden kini menjadi strategi penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis.
Untuk memperkuat kesiapan tersebut, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) bersama Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) menggelar Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber (GNKS) di Makassar. Roadshow ini mempertemukan para pemimpin industri, praktisi keamanan siber dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kemampuan organisasi dalam menghadapi berbagai skenario krisis siber.
Bekerja sama dengan Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) serta didukung BSSN, acara bertajuk Executive Tabletop Exercise ini dirancang khusus bagi para pimpinan perusahaan. Berbeda dengan seminar konvensional, peserta diajak menjalani simulasi penanganan krisis siber mulai dari identifikasi ancaman, penyusunan mitigasi, pengambilan keputusan saat insiden, hingga evaluasi pascakejadian.
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan ancaman siber saat ini telah berkembang menjadi risiko bisnis yang harus menjadi perhatian manajemen puncak, bukan hanya divisi teknologi informasi.
"Ketika terjadi insiden serangan siber, dampaknya bisa meluas ke operasional bisnis, layanan kepada pelanggan, hingga reputasi organisasi. Karena itu, kesiapan menghadapi krisis siber tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab tim IT saja. Para pengambil keputusan juga perlu memahami bagaimana merespons situasi tersebut dengan cepat dan tepat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/6).
Menurut Patrick, perusahaan membutuhkan pendekatan yang lebih praktis agar mampu membangun sistem pertahanan digital secara menyeluruh. Karena itu, peserta GNKS tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai ancaman siber, tetapi juga perangkat yang dapat langsung diterapkan di perusahaan mulai dari pemetaan risiko (Security Flow), rancangan arsitektur keamanan (Security Design Concept), hingga pengukuran kompetensi SDM melalui Security Skills Assessment & Recognition.
Dari sisi bisnis, penguatan keamanan siber dinilai semakin penting seiring meningkatnya transformasi digital di berbagai sektor industri. Gangguan siber tidak lagi hanya berdampak pada sistem teknologi, tetapi juga dapat menghambat operasional, menurunkan kepercayaan pelanggan, hingga memicu kerugian finansial.
Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, mengatakan peningkatan kapasitas keamanan siber menjadi salah satu cara dalam menjaga keberlanjutan ekonomi digital Indonesia.
"Pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai risiko siber. Upaya ini membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar ruang digital Indonesia dapat tumbuh secara sehat, aman, dan terpercaya," katanya.
Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto, menambahkan Makassar dipilih sebagai lokasi roadshow karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Menurutnya, meningkatnya aktivitas bisnis dan investasi di wilayah tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan menghadapi ancaman siber.
Gerakan Nasional Ketahanan Siber merupakan program yang dijalankan ITSEC Asia bersama ADIGSI sepanjang 2026 untuk meningkatkan kesiapan organisasi di berbagai sektor. Setelah Banten dan Makassar, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan ke Pontianak, Bali, Yogyakarta, dan Medan sebagai bagian dari upaya memperluas adopsi keamanan siber di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
ITSEC Asia menilai semakin tingginya kesadaran korporasi terhadap pentingnya keamanan digital akan menjadi faktor pendukung terciptanya kepercayaan terhadap ekonomi digital Indonesia sekaligus membuka peluang pertumbuhan pasar layanan keamanan siber di berbagai daerah.
