Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sennheiser Kantongi Pendapatan €463,1 Juta di Tengah Tekanan Global
potret Sennheiser Momentum 4 Wireless (sennheiser-hearing.com)
  • Sennheiser mencatat pendapatan €463,1 juta pada tahun fiskal 2025, turun 5,9% dari tahun sebelumnya akibat tekanan ekonomi global dan melemahnya permintaan di berbagai wilayah.
  • Perusahaan tetap agresif berinvestasi sekitar €48,1 juta untuk riset dan pengembangan, meluncurkan inovasi seperti ekosistem wireless Spectera serta produk audio baru di segmen profesional dan korporasi.
  • Menjelang 2026, Sennheiser menggabungkan unit Pro Audio dan Business Communication guna memperkuat efisiensi organisasi serta menawarkan solusi audio terintegrasi berbasis hardware, software, dan layanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Sennheiser Group membukukan pendapatan sebesar €463,1 juta pada tahun fiskal 2025 di tengah tekanan ekonomi global, melemahnya permintaan, dan persaingan industri audio yang semakin ketat. Meski pendapatan turun dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan keluarga asal Jerman itu tetap mempertahankan investasi jangka panjang pada inovasi, penelitian, dan pengembangan sebagai strategi memperkuat daya saing.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan Sennheiser pada 2025 turun 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) tercatat sebesar €19,4 juta.

CEO Sennheiser Group Andreas Sennheiser, mengatakan tahun 2025 kembali menjadi tahun yang penuh tantangan, baik dari perspektif ekonomi maupun geopolitik. "Sejak awal, kami memahami bahwa dinamika yang terjadi di pasar kami bukanlah fenomena sementara," ujanya dalam keterangan pers, Senin (13/7). Menurut Andreas, perusahaan memilih tetap menjalankan berbagai inisiatif strategis dan investasi jangka panjang di tengah kondisi pasar yang belum stabil.

Chairman of the Board of Directors Sennheiser Group, Daniel Sennheiser, mengatakan kemampuan perusahaan untuk tetap adaptif menjadi kunci dalam menghadapi tekanan pasar. Dengan demikian, perusahaan tetap responsif, terus mendorong berbagai proyek strategis utama, serta menjaga kedekatan dengan pelanggan. "Kami dapat mewujudkannya berkat arah strategi yang jelas dan komitmen tim kami di seluruh dunia—yang sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan di masa depan," ujarnya.

Secara geografis, kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) masih menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan nilai €215,8 juta. Namun, angka tersebut turun 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di Jerman, permintaan melemah akibat perlambatan ekonomi sehingga pendapatan turun 11,8 persen.

Di kawasan Amerika, pendapatan tercatat €142,6 juta atau turun 5,2 persen. Perusahaan menyebut kehati-hatian belanja di Amerika Serikat dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi dan situasi politik. Meski demikian, wilayah tersebut tetap menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan. Sementara itu, kawasan Asia Pasifik (APAC) membukukan pendapatan €104,7 juta, turun 4,5 persen secara tahunan. Di tengah perlambatan tersebut, India menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan paling menjanjikan.

"Kinerja masing-masing wilayah pada tahun fiskal 2025 mencerminkan kondisi ekonomi global yang masih penuh volatilitas," ujar Daniel Sennheiser.

Menurutnya, kehadiran internasional memungkinkan perusahaan memahami dinamika setiap pasar secara lebih mendalam. Melalui tim lokal perusahaan dapat memahami kebutuhan pelanggan di setiap wilayah dan meresponsnya secara tepat sasaran.

Andreas menambahkan peluang pertumbuhan masih terbuka di sejumlah pasar. Sebagai gambaran, di wilayah AMERICAS pihaknya terus melihat peluang pertumbuhan yang signifikan meskipun dihadapkan pada tekanan persaingan yang tinggi, khususnya di segmen broadcast dan immersive audio. "Sementara itu, di APAC, India menunjukkan potensi besar yang muncul seiring dengan semakin luasnya adopsi teknologi di lingkungan universitas, institusi publik, dan sektor korporasi," katanya.

Tetap agresif berinvestasi

Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 pada 2025, Sennheiser tetap mengalokasikan investasi besar untuk inovasi. Perusahaan menggelontorkan dana €48,1 juta atau sekitar 10 persen dari total pendapatan untuk penelitian dan pengembangan, termasuk pengembangan produk, perangkat lunak, serta integrasi layanan digital. Selain itu, Sennheiser menginvestasikan sekitar €5,8 juta untuk memperkuat fasilitas produksi di Jerman dan Rumania.

Salah satu hasil investasi tersebut adalah Spectera, ekosistem wireless broadband dua arah pertama di dunia yang mulai dikirimkan kepada pelanggan pada 2025 setelah lebih dari satu dekade dikembangkan.

"Ekosistem ini terus berkembang: fungsi-fungsi baru dapat ditambahkan melalui software, dan masukan dari pelanggan dapat langsung diintegrasikan ke dalam proses pengembangan lebih lanjut. Hal ini menciptakan dinamika yang benar-benar baru," katanya.

Selain memperkenalkan Spectera, Sennheiser juga meluncurkan sejumlah produk baru, antara lain mikrofon stereo shotgun MKH 8018, pengembangan platform EW-DX, serta TeamConnect Ceiling Medium Ceiling Tile yang menyasar kebutuhan ruang rapat hybrid.

Di sisi lain, anak usaha Neumann menghadirkan RIME (Reference Immersive Monitoring Environment), sebuah plug-in untuk monitoring dan mixing audio imersif melalui headphone, serta VIS (Virtual Immersive Studio) yang dirancang untuk Apple Vision Pro guna mendukung proses mixing berbasis augmented reality.

Sementara itu, bisnis Sennheiser Mobility mencatat pertumbuhan yang kuat melalui perluasan kerja sama dengan industri otomotif. Beberapa pencapaian meliputi peluncuran global Sennheiser Signature Sound System pada model smart #5 Premium dan #5 BRABUS, pengembangan smart #1 di berbagai pasar, kerja sama dengan Morgan Supersport dan CUPRA, serta kontribusi tambahan dari bisnis lisensi.

Memasuki 2026, Sennheiser memperkirakan tekanan ekonomi dan geopolitik global masih akan berlanjut. Karena itu, perusahaan memilih memperkuat efisiensi organisasi sekaligus mempertahankan strategi investasi jangka panjang. "Kami tidak memperkirakan bahwa lingkungan ekonomi dan geopolitik akan menjadi lebih mudah dalam jangka pendek," ujar Daniel.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, sejak awal 2026 perusahaan menggabungkan unit bisnis Pro Audio dan Business Communication agar dapat menawarkan solusi yang lebih terintegrasi. "Salah satu keputusan tersebut adalah menggabungkan Business Unit Pro Audio dan Business Communication yang sebelumnya terpisah pada awal tahun 2026," kata Andreas, menambahkan.

Dengan langkah tersebut, menurutnya Sennheiser dapat mengembangkan dan menawarkan solusi terintegrasi yang mencakup hardware, software, dan layanan secara lebih konsisten dari perspektif pelanggan. Dengan demikian, perusahaan dapat membangun fondasi penting untuk kembali memperkuat posisi di pasar dan bersama pelanggan menciptakan masa depan industri audio

Curated For You

Editorial Team

Related Article