Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Aktif Ekspansi Bisnis, ERAA Catat Pendapatan Rp76,6 Triliun di 2025
ilustrasi Erajaya (ERAA) (erajaya.com)
  • PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat pendapatan Rp76,6 triliun pada 2025, tumbuh 17,35% YoY dengan laba bersih Rp1,20 triliun yang naik 15,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kinerja solid ERAA didorong strategi ekspansi dan diversifikasi bisnis, dengan segmen telepon seluler dan tablet menyumbang 78,42% dari total penjualan bersih perusahaan.
  • Sepanjang 2025, ERAA menambah merek baru seperti CHAGEE, XPENG, ANTA, dan Wilson serta mengoperasikan 2.333 gerai ritel untuk memperkuat ekosistem bisnis terintegrasi di seluruh Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan pertumbuhan double digit di tengah dinamika pasar. Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp76,6 triliun. Jumlah ini meningkat 17,35 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya.

ERAA juga mampu mencatatkan laba kotor menjadi Rp8,35 triliun, dengan margin laba kotor sebesar 10,9 persen. Adapun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,20 triliun, meningkat 15,83 persen dibandingkan 2024.

Hasan Aula, Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk mengatakan, kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan diversifikasi yang dijalankan secara konsisten oleh perseroan.

“Kinerja solid di 2025 menunjukkan ketahanan bisnis kami di tengah dinamika pasar, didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel secara selektif, serta optimalisasi berbagai momentum konsumsi sepanjang tahun,” kata Hasan dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Ke depan, menurutnya perseroan akan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan vertikal usaha serta perluasan ekosistem ritel guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dari sisi kontribusi bisnis, segmen cellular telepon dan tablet masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan bersih perseroan dengan kontribusi sebesar 78,42 persen.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis di luar handset, berbagai segmen lainnya turut mencatatkan pertumbuhan yang positif dan memperkuat kontribusinya terhadap kinerja perseroan secara keseluruhan.

Melalui pengembangan berbagai vertikal bisnis, perseroan terus memperluas kehadirannya di berbagai sektor, termasuk aksesoris dan perangkat pendukung, ritel gaya hidup aktif, serta food & nourishment, sehingga semakin memperkuat posisi Erajaya sebagai ekosistem ritel yang terdiversifikasi.

Ekspansi Merek Baru

Google Android AI Zone di Erafone. (dok. Erajaya Digital)

Sepanjang 2025, Erajaya melalui entitas anak usahanya menambahkan sejumlah merek baru yang strategis ke dalam portofolio bisnis, antara lain CHAGEE pada segmen Erajaya Food & Nourishment; kemudian XPENG, sebuah merek kendaraan listrik (EV); serta ANTA dan Wilson, dua merek ritel apparel olahraga melalui vertikal Erajaya Active Lifestyle.

Penambahan merek-merek tersebut diakui Hasan memperkuat strategi diversifikasi perseroan serta mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

“Perseroan terus memperkuat langkah ekspansi bisnis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang,” katanya.

Sepanjang tahun 2025, perseroan melanjutkan ekspansi jaringan ritel secara berkelanjutan. Hingga akhir Desember 2025, perseroan telah mengoperasikan 2.333 jaringan ritel yang tersebar di Indonesia, serta didukung oleh 70 pusat distribusi.

“Ekspansi ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat kapabilitas distribusi secara nasional,” katanya.

Ke depan, ERAA akan terus memperkuat posisinya melalui pengembangan ekosistem ritel yang terintegrasi, didukung oleh ekspansi yang terukur, penguatan pengalaman pelanggan, serta pengembangan portofolio merek yang relevan, guna menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

Editorial Team

EditorEkarina .