Jakarta, FORTUNE — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri di tengah keterbatasan pasokan.
Bahlil tidak mengungkap negara mana yang menjadi sasaran kebijakan tersebut. Namun, ia menegaskan pemerintah perlu menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi survival ke dalam kebijakan kementerian.
"Ya memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival," ujar Bahlil setelah sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).
