Jakarta, FORTUNE – Big Bad Wolf (BBW) Books, ajang bazar buku internasional, masih mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya. Bahkan, gelaran ini telah rutin terselenggara di Indonesia dalam 10 tahun terakhir dengan menghadirkan buku-buku pilihan.
Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menyatakan dalam satu dekade ini, BBW Indonesia bukan sekadar festival buku, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun budaya literasi di Indonesia.
Sebagai konteks, studi dari UNESCO pada 2025 menyebut indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 yang membaca. Hal itu makin terlihat nyata oleh studi The World’s Most Literate Nations (WMLN) 2016 bahwa dalam urusan tingkat literasi, Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara.
“Kami ingin memastikan bahwa buku tidak lagi menjadi barang yang sulit dijangkau, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari setiap orang” kata Marthius dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/4).
BBW Books 2026 akan terselenggara di ICE BSD City (hall 2-3A) pada 29 April hingga 3 Mei 2026. Dengan menghadirkan lebih dari 10 juta buku, lanjut Mathius, BBW Books ini ditargetkan bisa menarik lebih dari 2 juta pengunjung.
