Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Peresmian PLTS Atap CCEP Indonesia Bekasi-2 Plant di Cikarang, Rabu (4/11).
  • CCEP Indonesia meresmikan PLTS Atap berkapasitas 1,4 MWp di Bekasi 2 Plant, Jawa Barat, yang diperkirakan menghasilkan 1,76 GWh listrik terbarukan per tahun.
  • Listrik dari PLTS tersebut diproyeksikan menekan emisi sekitar 1.180 ton CO2 per tahun, sekaligus mendukung operasi manufaktur yang andal dan efisien.
  • Proyek PLTS Atap keempat CCEP Indonesia ini dikembangkan bersama PT Cikarang Listrindo, dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperluas energi bersih di manufaktur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Penggunaan energi bersih mulai menjadi bagian dari strategi perusahaan manufaktur untuk menjaga efisiensi operasional sekaligus menekan dampak lingkungan. Bagi industri yang membutuhkan pasokan listrik secara konsisten, transisi energi juga menuntut solusi yang dapat diterapkan tanpa mengganggu proses produksi.

PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menempuh langkah tersebut dengan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Bekasi 2 Plant, Jawa Barat, Rabu (4/11). Pembangkit berkapasitas 1,4 megawatt peak (MWp) ini diperkirakan menghasilkan listrik terbarukan sebesar 1,76 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Dari produksi listrik tersebut, perusahaan memperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 1.180 ton CO2 setiap tahun. CCEP Indonesia mengibaratkan jumlah itu setara dengan kemampuan hampir 20.000 pohon menyerap karbon selama 10 tahun.

Customer Service & Supply Chain Director CCEP Indonesia, Linda Christina Daryanto, mengatakan perusahaan perlu memperhatikan cara produk dihasilkan, termasuk sumber energi yang digunakan dalam proses manufaktur.

"Dalam keseharian kami melakukan proses operasi manufaktur, kami melihat masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita produksi, tetapi juga oleh bagaimana cara kita memproduksinya," ujar Linda dalam acara Peresmian PLTS Atap CCEP Indonesia Bekasi-2 Plant di Cikarang, Rabu (4/11).

Menurut Linda, energi berperan penting dalam memastikan kegiatan produksi berlangsung secara andal dan efisien. Pada saat bersamaan, sektor manufaktur juga perlu mengambil bagian dalam menekan emisi dan mendukung peralihan menuju ekonomi rendah karbon. Pemasangan panel surya menjadi salah satu upaya perusahaan menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam kegiatan operasional.

Instalasi di Bekasi 2 Plant merupakan proyek PLTS Atap keempat CCEP Indonesia. Sebelumnya, perusahaan telah memasang panel surya di Bekasi 1 Plant, Mega DC Pasuruan, dan pabrik Semarang.

Pengembangan fasilitas ini dilakukan melalui kerja sama dengan PT Cikarang Listrindo Tbk. Dalam kemitraan tersebut, CCEP Indonesia menyediakan area pemasangan, sedangkan Cikarang Listrindo mendukung kebutuhan teknologi dan infrastruktur untuk mengalirkan energi surya ke kegiatan produksi.

Linda menilai, adopsi energi terbarukan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan teknologi dan modal. Sinergi antara pihak yang menggunakan dan menyediakan energi juga diperlukan agar proses peralihan dapat berjalan lebih efektif.

"Bagi kami, ini adalah esensi dari transisi energi: bukan hanya tentang teknologi, bukan hanya tentang investasi, tetapi mengenai kolaborasi," katanya, menambahkan.

Direktur PT Cikarang Listrindo Tbk, Christanto Pranata turut menyoroti pentingnya kerja sama tersebut. Menurutnya, keberlanjutan telah menjadi agenda penting bagi perusahaan di berbagai negara, sehingga penerapannya perlu melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

"Keberlanjutan sekarang ini bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tetapi menjadi sebuah tema sentral daripada seluruh organisasi, tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia," ujarnya.

Dia menambahkan, tanggung jawab mengembangkan praktik industri yang lebih berkelanjutan tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. Penyedia dan pengguna energi, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terlibat dalam proses tersebut.

Christanto berharap proyek PLTS Atap di Bekasi 2 Plant dapat menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama pengembangan energi bersih. Inisiatif tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya mendorong pemanfaatan energi terbarukan di sektor manufaktur dan mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Curated For You

Editorial Team

Related Article