BUSINESS

3 Kunci Gen Z Menjadi Entrepreneur Sukses Ala Martin Hartono

Misi yang kuat, networking, dan mentor yang tepat.

3 Kunci Gen Z Menjadi Entrepreneur Sukses Ala Martin HartonoCEO GDP Venture, Martin Hartono di ICON 2022/Fortune IDN/DESY Y.
10 October 2022

Jakarta, FORTUNE - Minat untuk menjadi pebisnis usia muda kian bertumbuh. Temuan dari studi EY (Ernst & Young Global Limited) dan JA Worldwide menunjukkan  bahwa 53 persen Gen-Z berharap untuk menjalankan bisnis mereka sendiri dalam 10 tahun ke depan.

CEO PT Global Digital Prima (GDP) Venture, Martin Hartono, pun tak menampik banyak Gen Z dan Gen Y memutuskan untuk mendirikan startup dengan berbagai alasan. Mulai dari ingin mendapatkan pendanaan besar, ingin terkenal dan diliput oleh berbagai media, hingga demi mempunyai jabatan sebagai CEO di kartu nama mereka. Menyelam dalam dunia entrepreneur di usia muda pun dianggap suatu hal yang prestisius. 

“Alasan tersebut tidaklah tepat dan hampir bisa dipastikan kalau mereka akan gagal bila memulai startup dengan alasan seperti itu,” katanya dalam diskusi bertajuk Next Gen Entrepreneur di gelaran ICON 2022 yang dimoderatori Editor-in-chief at Fortune Indonesia Hendra Soeprajitno, Jumat (7/10).

Sosok di balik e-commerce Blibli.com, forum Kaskus, dan inkubator bisnis Merah Putih ini menegaskan, entrepreneur harus menemukan misi besar agar usaha yang dibangun bisa bermanfaat dan bernilai bagi masyarakat. Bahkan misi wirausahawan itu harus lebih besar dari dirinya sendiri.

“Karena ujung-ujungnya kita mau CEO, mau founder, mau bagaimanapun juga, Anda akan tetap bekerja untuk orang lain. Setidaknya kita pasti selalu kerja untuk satu orang,” katanya.

Martin menekankan jika sebuah usaha dibangun bersama dan semua akan saling terlibat, sehingga secara nyatanya setiap orang pasti akan bertanggungjawab dalam satu pekerjaan untuk dilaporkan kepada orang lain.

Fenomena tren anak muda yang merintis usaha sendiri, menurut Martin, tidak berbeda dengan kondisi yang sudah pernah terjadi. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan, statistik wirausahawan dari zaman ke zaman hampir sama statistiknya.

“Jadi mau kita itu mulai dari lulus sekolah langsung jadi entrepreneur, atau tidak sekolah jadi entrepreneur, atau sudah kerja lama terus jadi entrepreneur, atau sudah pensiun jadi entrepreneur, itu agak random kalau saya lihat,” kata Martin.

Berikut insight penting yang dibagikan Martin bagi para wirausahawan ataupun calon entrepreneur yang ingin mengembangkan usaha.

1. Tidak pernah terlambat untuk memulai

Usia yang semakin tua tak menjadi penghalang bagi entrepreneur memulai usahanya. Apalagi usia milenial dan Gen Z yang sedang dalam masa produktif dalam perencanaan strategi, pengembangan ide, inovasi, dan sebagainya dalam menciptakan suatu produk.

“Masalah umur suka jadi pembahasaan, padahal tidak pernah terlambat untuk memulai. Sukses itu datangnya random, saya juga melihat banyak pebisnis sukses dari kalangan pendidikan tinggi dan ada juga yang tidak punya pendidikan tinggi,” kata Martin.

Meskipun demikian, menurutnya pendidikan tinggi saat ini masih menjadi indikator seseorang mampu belajar hal kompleks. “Kebanyakan hal tak diperlukan ilmu tinggi tapi yang pendidikan tinggi menolong dan penanda Anda mampu belajar hal baru, nothing more than that,katanya, menambahkan.

Menurutnya, entrepreneur bisa mengambil pengalaman dari mana saja dan itu lebih menentukan dalam mengambil keputusan. “Masalah pengalaman, orang yang belum pengalaman jangan terlalu percaya feeling karena belum punya cukup database untuk bijak menilai itu benar atau salah semakin Anda berpengalaman maka feeling semakin benar. Lebih bisa menilai dibanding orang yang belum berpengalaman,” ujarnya.

2. Memiliki misi yang kuat

source_name

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.