Comscore Tracker
BUSINESS

Kuartal I 2022, Pelindo Catatkan Pertumbuhan Laba 46 Persen

Kinerja dari operasi perseroan juga alami pertumbuhan.

Kuartal I 2022, Pelindo Catatkan Pertumbuhan Laba 46 PersenANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/rwa.

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja operasional maupun keuangan perusahaan. Pada kinerja keuangan, hingga Maret 2022 perseroan membukukan pendapatan Rp7,1 triliun atau meningkat 7 persen secara tahunan.

Sementara itu, EBITDA terealisasi sebesar Rp2,2 triliun atau naik sebesar 7 persen. Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp670 miliar, tumbuh 46 persen secara tahunan.

“Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik serta transformasi yang terus berjalan di internal perusahaan, kami optimis kinerja Pelindo akan terus meningkat dan dapat memenuhi harapan para pemegang saham,” kata Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5).

Kinerja operasi perseroan, untuk arus peti kemas mencapai 4,2 juta TEUS atau meningkat sebesar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Demikian juga arus barang yang terealisasi sebesar 37 juta ton, tumbuh 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.  

Sementara itu, arus kapal yang keluar masuk pelabuhan mencapai 283 juta GT atau tumbuh sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, arus penumpang mencapai 2,5 juta orang atau meningkat 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat pasca pandemi di tanah air.  

Aksi korporasi

Memasuki enam bulan pasca-penggabungan Pelindo, perseroan telah mengambil sejumlah aksi korporasi, diantaranya yaitu penyelesaian Inbreng atau pengalihan saham Pelindo pada anak perusahaan kepada Subholding sesuai dengan kluster masing-masing yaitu kepada Subholding Terminal Petikemas (SPTP), Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), dan Subholding Pelindo Solusi Logistik (SPSL).

Langkah ini dilakukan untuk mempertajam core competence dan spesialisasi bisnis Pelindo paska merger, yang diharapkan dapat bermuara pada peningkatan layanan dan konektivitas kepelabuhanan, serta integrasi rantai nilai pelabuhan-hinterland. 

Masing-masing subholding akan menjalankan perannya; SPTP berfokus kepada pelayanan dari sisi peti kemas; SPMT berfokus kepada pelayanan untuk barang non kargo; SPJM berfokus memberikan pelayanan unggul untuk mendukung 3 Subholding lainnya dari sisi jasa kapal, peralatan, serta jasa pelabuhan lainnya; serta  SPSL berfokus untuk mengintegrasikan rantai nilai pelabuhan-hinterland serta mewujudkan aliran perdagangan yang lebih efisien. 

“Pelindo akan terus berupaya menjaga kelancaran arus barang dan penumpang di Pelabuhan melalui kesiapan operasional 24/7, dengan SDM yang handal, didukung teknologi serta sistem digitalisasi yang terbarukan untuk menjangkau seluruh aktivitas layanan kepelabuhanan,” tutup Arif. 

Related Articles