BUSINESS

Tesla Disebut Mau Beli Komponen EV US$1,9 Miliar dari India

Pernah beli komponen EV US$1 miliar dari India pada 2022.

Tesla Disebut Mau Beli Komponen EV US$1,9 Miliar dari Indiamobil tesla (unsplash.com/Tesla Fans Schweiz)

by Hendra Friana

14 September 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Tesla Inc. dikabarkan bakal membeli komponen mobil senilai US$1,9 miliar dari India tahun ini.

Dikutip dari Fortune edisi India, Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal, mengatakan tahun lalu produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu telah membeli komponen otomotifnya dari India sebesar US$1 miliar.

"Kemarin saya berbicara dengan beberapa peserta industri otomotif dan mereka menunjukkan minat untuk datang ke India. Saya yakin bahwa ini adalah masa depan. Ini adalah sesuatu yang kami coba tarik," kata Goyal di sela-sela Konvensi Tahunan Ke-63 Asosiasi Produsen Komponen Otomotif India (Automotive Component Manufacturers Association of India/ACMA), Rabu (13/9).

Meski demikian, perwakilan Tesla belum merespons pertanyaan yang berkenaan dengan rencana tersebut.

Setelah bertemu dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Amerika Serikat pada Juni lalu, CEO Tesla Elon Musk mengatakan perusahaannya berniat melakukan investasi yang signifikan di negara tersebut.

"Saya pikir India memiliki potensi lebih besar daripada negara besar mana pun di dunia," kata Elon yang berencana untuk mengunjungi India tahun depan. "Perdana Menteri Narendra Modi sangat peduli tentang India karena dia mendorong kami untuk melakukan investasi signifikan di India, yang merupakan sesuatu yang niat kami lakukan," ujarnya.

Pada Mei lalu, Tesla dan India telah membuka kembali dialog yang telah mandek selama setahun setelah Elon mengkritik tarif impor yang tinggi dan kebijakan mobil listrik India. Sementara India menyarankan Tesla untuk tidak menjual mobil buatan Cina, yang merupakan rival politiknya.

"Pemerintah ini memberikan peluang yang sama kepada semua orang," kata Goyal sebagai tanggapan atas pertanyaan apakah India akan mempertimbangkan pengurangan pajak untuk mobil listrik impor, seperti yang diminta oleh Tesla. "Kami akan mengeluarkan kebijakan yang akan dikonsultasikan dengan semua pihak terkait."

Pemerintah India, menurut Goyal, ingin melihat lebih banyak investasi dan produksi mobil listrik di negara tersebut dalam waktu dekat untuk mendapatkan multiplier effect terhadap perekonomiannya.

Pada acara yang sama, Sekretaris Bersama Kementerian Industri Berat India, Hanif Qureshi, mengatakan India tengah mempertimbangkan insentif bagi produsen komponen otomotif. Namun, ia belum dapat memberikan rencana detail terkait kebijakan tersebut.

Menurut Hanif, India akan terus memberikan insentif untuk kendaraan listrik setelah fase kedua program subsidi yang disebut "Pengadopsian dan Pembuatan Lebih Cepat Kendaraan Hibrid dan Listrik di India" berakhir pada Maret 2024.

Menurut data dari portal VAHAN Kementerian Transportasi dan Jalan Raya India, penjualan kendaraan listrik di negeri tersebut mencapai sejuta unit pada awal tahun ini. 

Sementara Survei Ekonomi 2022-2023 India menyatakan bahwa pasar kendaraan listrik dalam negeri diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) 49 persen pada 2022–2030.

Menteri Transportasi dan Jalan Raya India, Nitin Gadkari, mengatakan pasar kendaraan listrik di India diperkirakan akan tumbuh menjadi 10 juta unit dalam penjualan tahunan pada 2030 dan menciptakan 50 juta pekerjaan.

Tahun lalu, penjualan kendaraan listrik di India mencapai 300 persen dengan potensi pasar diperkirakan akan mencapai US$266 miliar pada 2030. Di samping itu, lanjutnya, saat ini India juga memiliki 400 startup kendaraan listrik roda dua.