Comscore Tracker
BUSINESS

Saham BCA Resmi Stock Split, Harga Langsung Melaju

Saham BCA lebih terjangkau dibanding sebelum stock split.

Saham BCA Resmi Stock Split, Harga Langsung MelajuIlustrasi BCA. Shutterstock/Allegra P

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal, PT Bank Central Asia Tbk., resmi mengumumkan perdagangan saham dengan harga baru pasca aksi pemecahan saham (stock split), Rabu (13/10) ini. Aksi korporasi bank swasta terbesar ini telah mendapatkan persetujuan dari otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI).  

BCA melakukan aksi pemecahan saham dengan rasio 1:5. Pasca stock split, nilai nominal per saham BCA saat ini mencapai Rp12,5 dari sebelumnya Rp62,5.

Harga saham perusahaan yang dikenal dengan kode BBCA sebelum stock split mencapai Rp36.600 per saham. Usai dipecah, harganya Rp7.320 per saham.

Ini artinya jika investor ingin membeli harga saham BCA dengan minimal pembelian 1 lot, maka cukup merogoh kocek Rp732.000. Sementara jika mengacu harga sebelum pemecahan saham, investor harus mengeluarkan modal Rp3,67 juta.

Pada saat berita ini ditulis, harga saham BCA telah meningkat 2,73 persen menjadi Rp7.525 per saham dari posisi sebelumnya Rp7.400 per saham. Harga saham BCA sempat menembus Rp7.750 per saham, meski kemudian berangsur turun.

BCA merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar. Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar perusahaan tersebut saat ini Rp893 triliun. Kapitalisasi pasar BCA unggul dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mencapai Rp633 triliun dan PT Telkom Indonesia Tbk yang mencapai Rp374 triliun.

BCA menyebutkan, saham dengan nilai nominal baru hasil stock split akan didistribusikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) kepada pemegang saham pada 15 Oktober 2021.

Demi menjangkau investor ritel

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan keputusan perusahaan untuk melakukan pemecahan harga saham tersebut didasarkan pada perkembangan pasar modal saat ini. Hal ini terutama dengan tren tingginya minat investor ritel termasuk para investor muda untuk berinvestasi di pasar modal.

“Perseroan berharap aksi korporasi ini dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan pasar modal dalam negeri,” kata Jahja dalam keterangan resmi yang diterima Fortune Indonesia.

Jahja menambahkan, dengan harga baru yang mulai diperdagangkan Rabu (13/10) ini, perseroan berharap harga saham BCA menjadi relatif terjangkau dan mendapat sambutan positif dari investor terutama investor pemula yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal.

“Perseroan berkomitmen untuk selalu menjaga soliditas fundamental BCA melalui pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan sehingga memberikan nilai tambah kepada segenap pemegang saham,” katanya.

Prospek harga saham BCA

Sebelumnya, pengamat pasar modal yang juga Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, mengatakan aksi korporasi pemecahan saham oleh BCA ini diprediksi akan mendapatkan sentimen positif dari para pelaku pasar. Menurutnya, sentimen tersebut terutama datang dari para investor milenial yang tengah tumbuh pesat.

“Kami melihat ini cukup bagus untuk BCA melakukan stock split saat ini karena memang investor milenial ini lagi ramai. Investor milenial ini kan cenderung memilih saham yang harganya bisa terjangkau di kantong,” kata Hans kepada Fortune Indonesia, Jumat (24/9).

Menurut Hans, setelah stock split tentu harga saham BCA akan menjadi lebih terjangkau di pasar saham. Namun dia memperkirakan, bisa jadi setelah stock split harga perusahaan ini berpotensi untuk kembali naik.

“Biasanya akan naik lagi setelah stock split karena orang cenderung berpikir bahwa sahamnya sudah murah sehingga bisa naik lagi. Ini yang jadi sentimen positif untuk menaikkan harga sahamnya,” katanya.

Related Articles