Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MDKA Balikkan Kerugian Jadi Laba di Kuartal-I 2026, Ini Katalisnya
Ilustrasi; pertambangan milik - PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). (Dok. Merdeka Copper)
  • MDKA mencatat laba bersih US$57,5 juta pada kuartal-I 2026, berbalik dari rugi US$3,74 juta di periode sama 2025 berkat kenaikan pendapatan 23,5 persen YoY.
  • Peningkatan harga emas, volume limonit, dan margin bisnis nikel menjadi katalis utama pemulihan kinerja serta menunjukkan ketahanan portofolio MDKA yang terdiversifikasi.
  • Produksi emas naik 5 persen didorong proyek Pani melalui EMAS, sementara volume penambangan nikel melonjak 143 persen lewat MBMA dengan margin tunai yang solid.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan laba bersih pada kuartal-I 2026, berbalik dari kerugian bersih pada periode yang sama di 2025.

Dikutip dari laporan keuangan per 31 Maret 2026, MDKA meraih laba bersih sebesar US$57,5 juta. Pada periode serupa di 2025, perseroan membukukan kerugian bersih hampir US$3,74 juta. Pemulihan kinerja tersebut diraih selaras dengan pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 23,5 persen (YoY) dari US$502,16 juta menjadi US$620,28 juta.

Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, mengatakan, katalis pertumbuhan perseroan di awal tahun adalah peningkatan harga jual emas, kenaikan volume limonit, dan penguatan margin bisnis nikel. "Ini menunjukkan ketahanan portofolio perseroan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel, dan tembaga," kata Albert dalam keterangan resmi, Senin (29/6).

Secara detail, segmen komoditas emas menyumbang EBITDA terbesar pada kuartal-I 2026, yakni US$89 juta. Segmen kedua yang menjadi kontributor tertinggi adalah nickel pig iron (NPI), yakni sebesar US$67 juta; limonit US$48 juta; high-grade nickel matte US$25 juta; dan tembaga US$19 juta.

Sementara dari segi kinerja operasional, produksi emas MDKA meningkat 5 persen (YoY) jadi 26.652 ounces. Itu didorong oleh produksi perdana proyek tambang emas Pani yang dikelola oleh anak usaha perseroan, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). EMAS pun baru menyelesaikan pencatatan saham sekunder di Bursa Efek Hong Kong.

Di segmen nikel, volume penambangan bijih melonjak 143 persen (YoY) menjadi 7,7 juta wet metric tonnes (wmt) di bawah anak usaha lainnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Katalisnya adalah kenaikan produksi saprolit dan limonit dengan margin tunai solid.

Dikutip dari IDX Mobile, harga saham MDKA menurun 2,23 persen menjadi Rp2.630.

Editorial Team

Related Article