Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasar Biofarmasi Capai US$6,7 miliar, Thailand Bertekad jadi Hub Biofa
National Biopharmaceutical Facility (NBF)/Dok Fortune Indonesia
  • Pasar biofarmasi Asia Tenggara diperkirakan tumbuh dari US$6,7 miliar pada 2025 menjadi US$12,8 miliar pada 2034, didorong oleh peningkatan belanja kesehatan dan populasi menua.
  • Pemerintah Thailand berinvestasi besar dalam infrastruktur biofarmasi nasional melalui National Biopharmaceutical Facility (NBF) untuk memperkuat daya saing dan mengurangi ketergantungan impor.
  • NBF di KMUTT Bangkok berfungsi sebagai pusat riset, manufaktur GMP, serta pengembangan vaksin nasional dan ekosistem industri biofarmasi terintegrasi bagi Thailand dan kawasan ASEAN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bangkok,FORTUNE – Industri biofarmasi di Asia Tenggara terus mengalami pertumbuhan pesat. Berdasarkan analisis pasar oleh IMARC Group,  pasar biofarmasi regional bernilai US$6,7 miliar pada 2025 dan diproyeksikan hampir dua kali lipat menjadi US$12,8 miliar pada 2034.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan belanja kesehatan, populasi yang menua, hingga meningkatnya prevalensi penyakit kronis. 

Di tengah kondisi ini, Pemerintah Thailand fokus berinvestasi pada infrastruktur biofarmasi nasional untuk memperkuat daya saing dan memposisikan diri sebagai hub inovasi dan manufaktur regional. Salah satu upaya dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan produksi National Biopharmaceutical Facility (NBF) yang menjadi  infrastruktur nasional yang dibangun untuk mendukung riset, pengembangan, manufaktur GMP, dan keamanan vaksin nasional.

Berlokasi di King Mongkut's University of Technology Thonburi (KMUTT), Kampus Bangkhuntien, Bangkok, fasilitas ini dirancang untuk mendukung lokalisasi teknologi, mengurangi ketergantungan pada produk farmasi impor, serta meningkatkan kapabilitas manufaktur regional.

"National Biopharmaceutical Facility bukan sekadar pusat riset. Ini adalah infrastruktur nasional strategis yang menjembatani riset ilmiah dengan aplikasi industri, memperkuat keamanan kesehatan Thailand, meningkatkan daya saing nasional, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri biofarmasi negara," kata Dr. Annop Nopharatana, selaku Wakil Presiden King Mongkut's University of Technology Thonburi, di Bangkok, Selasa (7/7).

NBF dibangun dengan investasi US$90 juta mencakup fasilitas, peralatan, dan infrastruktur manufaktur. NBF disiapkan menjadi Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) pertama milik negara yang didedikasikan untuk pengembangan dan produksi GMP produk biofarmasi berkualitas klinis dan riset. Fasilitas ini juga mendukung transfer teknologi dan peningkatan skala manufaktur, memungkinkan temuan-temuan ilmiah untuk berkembang menuju produksi komersial.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Warinthorn Songkasiri, Wakil Presiden untuk Strategi Riset di KMUTT sekaligus Plt. Direktur National Biopharmaceutical Facility, juga memaparkan peran dan tanggung jawab utama NBF sebagai National Vaccine Security Facility dan Ecosystem for Biopharmaceutical Industry di Thailand dan ASEAN.

Ia menyoroti misi NBF untuk memperkuat kapabilitas negara dalam riset, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di masa depan. Selain mendukung industri domestik Thailand, NBF juga berkomitmen mengembangkan keahlian ilmiah dan kemitraan industri untuk membangun ekosistem biofarmasi terintegrasi yang menghubungkan lembaga pemerintah, institusi akademik, rumah sakit, dan sektor swasta, sekaligus memperluas kolaborasi di seluruh ASEAN.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article