Jakarta, FORTUNE - Emiten pemilik jaringan RS Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), mengalami kenaikan pendapatan pada semester-I 2026. Namun, laba bersihnya terkoreksi.
Dikutip dari laporan keuangan perseroan pada akhir Juni 2026, pendapatan HEAL berjumlah Rp3,6 triliun pada enam bulan awal 2026, meningkat 6,51 persen (YoY) dari Rp3,38 triliun pada periode sama tahun lalu.
Secara geografis, pendapatan perseroan masih didukung oleh rumah sakit di area Jawa dan Bali, yang membukukan pendapatan Rp3,07 triliun. Lalu disusul oleh operasionalisasi di Sumatra, dengan pendapatan Rp356,6 miliar, serta Kalimantan dan Sulawesi sejumlah Rp274,88 miliar.
Bersamaan dengan pertumbuhan pendapatan itu, beban pokok pendapatan perseroan naik dari Rp2,19 triliun pada semester-I 2025 menjadi Rp2,37 triliun pada semester-I 2026.
Beban usaha perseroan juga naik menjadi Rp804,11 miliar. Itu karena peningkatan beban pemasaran dan iklan dari Rp1,51 miliar menjadi Rp4,05 miliar; serta kenaikan beban perizinan, retribusi dan perpajakan dari Rp11,03 miliar menjadi Rp20,12 miliar.
Oleh karena itu, laba bersih HEAL terkoreksi 14,08 persen (YoY) dari Rp224,84 miliar pada periode semester-I 2025 menjadi Rp193,17 miliar pada semester-II 2026.
Dari segi neraca, HEAL memiliki aset senilai Rp11,99 triliun pada akhir Juni 2026, meningkat dari Rp11,88 triliun pada akhir 2025. Liabilitas perseroan juga naik menjadi Rp4,89 triliun, dari sebelumnya Rp4,67 triliun.
Di sisi lain, ekuitas perseroan menurun menjadi Rp7,09 triliun.
Harga saham HEAL stagnan Rp795 pada akhir perdagangan Rabu (5/8). Rata-rata harga saham HEAL sepanjang hari ini Rp796,31.
Lebih lanjut, seperti dikutip dari IDX Mobile, volume transaksinya mencapai 15,5 juta unit saham, dengan nilai transaksi Rp12,3 miliar, serta frekuensi transaksi 2.069 kali.
