Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pendapatan RS Hermina Paruh Pertama 2026 Naik, Tapi Laba Turun
RS Hermina Galaxy. (Website Hermina Hospitals)
  • Pendapatan PT Medikaloka Hermina Tbk mencapai Rp3,6 triliun pada semester I-2026, naik 6,51 persen secara tahunan, terutama ditopang rumah sakit di Jawa dan Bali.

  • Kenaikan beban pokok pendapatan dan beban usaha, termasuk pemasaran serta perizinan, menekan laba bersih HEAL 14,08 persen menjadi Rp193,17 miliar.

  • Pada akhir Juni 2026, aset dan liabilitas HEAL meningkat, sementara ekuitas turun menjadi Rp7,09 triliun; saham HEAL ditutup stagnan Rp795 pada Rabu (5/8).

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kenaikan pendapatan Hermina pada paruh pertama 2026 menunjukkan bahwa jaringan rumah sakitnya tetap menghasilkan pertumbuhan, dengan kontribusi terbesar dari Jawa dan Bali serta dukungan wilayah lain. Aset perseroan juga bertambah, sementara aktivitas perdagangan saham yang berlangsung menunjukkan likuiditas pasar tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Emiten pemilik jaringan RS Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), mengalami kenaikan pendapatan pada semester-I 2026. Namun, laba bersihnya terkoreksi.

Dikutip dari laporan keuangan perseroan pada akhir Juni 2026, pendapatan HEAL berjumlah Rp3,6 triliun pada enam bulan awal 2026, meningkat 6,51 persen (YoY) dari Rp3,38 triliun pada periode sama tahun lalu.

Secara geografis, pendapatan perseroan masih didukung oleh rumah sakit di area Jawa dan Bali, yang membukukan pendapatan Rp3,07 triliun. Lalu disusul oleh operasionalisasi di Sumatra, dengan pendapatan Rp356,6 miliar, serta Kalimantan dan Sulawesi sejumlah Rp274,88 miliar.

Bersamaan dengan pertumbuhan pendapatan itu, beban pokok pendapatan perseroan naik dari Rp2,19 triliun pada semester-I 2025 menjadi Rp2,37 triliun pada semester-I 2026.

Beban usaha perseroan juga naik menjadi Rp804,11 miliar. Itu karena peningkatan beban pemasaran dan iklan dari Rp1,51 miliar menjadi Rp4,05 miliar; serta kenaikan beban perizinan, retribusi dan perpajakan dari Rp11,03 miliar menjadi Rp20,12 miliar.

Oleh karena itu, laba bersih HEAL terkoreksi 14,08 persen (YoY) dari Rp224,84 miliar pada periode semester-I 2025 menjadi Rp193,17 miliar pada semester-II 2026.

Dari segi neraca, HEAL memiliki aset senilai Rp11,99 triliun pada akhir Juni 2026, meningkat dari Rp11,88 triliun pada akhir 2025. Liabilitas perseroan juga naik menjadi Rp4,89 triliun, dari sebelumnya Rp4,67 triliun.

Di sisi lain, ekuitas perseroan menurun menjadi Rp7,09 triliun.

Harga saham HEAL stagnan Rp795 pada akhir perdagangan Rabu (5/8). Rata-rata harga saham HEAL sepanjang hari ini Rp796,31.

Lebih lanjut, seperti dikutip dari IDX Mobile, volume transaksinya mencapai 15,5 juta unit saham, dengan nilai transaksi Rp12,3 miliar, serta frekuensi transaksi 2.069 kali.

Curated For You

Editorial Team

Related Article