Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Laba Naik 18% Hingga Kuartal III 2026, SMDR Siapkan Amunisi di 2027
Kontainer PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). (Dok. Samudera Indonesia)
  • SMDR membukukan laba bersih US$50,85 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, naik 18,02 persen secara tahunan.

  • Pendapatan dan permintaan jasa pelayaran menopang kinerja, sementara kepadatan pelabuhan mencerminkan tingginya kebutuhan layanan logistik.

  • SMDR memesan lima kapal baru, menegosiasikan empat kapal tambahan, serta mengembangkan Terminal Patimban sebagai investasi jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sembilan bulan pertama 2026

SMDR membukukan laba bersih US$50,85 juta, naik 18,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan mencapai US$647,37 juta.

Jumat (30/10)

Bani Maulana menyampaikan optimisme dan kehati-hatian perusahaan terhadap prospek jasa pelayaran dalam paparan publik online.

2027

SMDR tetap optimistis terhadap prospek bisnis, sambil mencermati risiko perlambatan ekonomi dan perubahan permintaan pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    SMDR membukukan laba bersih US$50,85 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 18,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Who?
    PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) dan Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana.
  • Where?
    Kegiatan bisnis SMDR mencakup pelayaran internasional, sejumlah pelabuhan dunia termasuk Indonesia, serta Terminal Patimban.
  • When?
    Sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Prospek bisnis juga disampaikan hingga akhir tahun dan 2027 dalam paparan publik online Jumat (30/10).
  • Why?
    Kinerja ditopang pertumbuhan pendapatan dan permintaan jasa pelayaran yang masih terjaga, serta kepadatan aktivitas di sejumlah pelabuhan.
  • How?
    Pendapatan meningkat menjadi US$647,37 juta, sementara perusahaan memperkuat kapasitas dengan memesan lima kapal baru dan menegosiasikan empat kapal tambahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SMDR mendapat laba lebih banyak pada sembilan bulan pertama 2026 karena banyak orang masih membutuhkan jasa pelayaran. Bani Maulana berkata perusahaan tetap optimistis, tetapi harus berhati-hati. SMDR sudah memesan lima kapal baru dan merencanakan kapal tambahan. Terminal Patimban juga sedang dikembangkan, tetapi hasil uangnya belum terasa dalam waktu dekat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kinerja SMDR menunjukkan permintaan jasa pelayaran masih terjaga, sekaligus memberi ruang bagi perusahaan untuk memperkuat kapasitas layanan. Pemesanan kapal baru dan pengembangan Terminal Patimban menjadi bagian dari langkah memperluas bisnis, meski kontribusi terminal membutuhkan waktu lebih panjang karena sifat investasinya yang berjangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$50,85 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut melesat 18,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$43,09 juta.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan permintaan jasa pelayaran yang masih terjaga. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, pendapatan SMDR mencapai US$647,37 juta atau meningkat 13,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bruto perusahaan meningkat menjadi US$113 juta dari periode sebelumnya US$107 juta. Laba sebelum pajak juga tumbuh menjadi US$78,85 juta.

Walhasil, perseroan mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$50,85 juta, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$43,09 juta.

Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana mengatakan perusahaan optimistis terhadap prospek bisnis hingga akhir tahun bahkan pada 2027, Meski demikian, perusahaan akan tetap mencermati risiko perlambatan ekonomi dan perubahan permintaan pasar.

“Untuk 2027 kami masih optimistis dan tetap berhati-hati. Jasa pelayaran masih amat sangat dibutuhkan,” katanya dalam paparan publik online, Jumat (30/10).

Salah satu indikator yang menopang optimisme tersebut juga terjadi seiring dengan kepadatan aktivitas di sejumlah pelabuhan dunia, termasuk Indonesia.

Kondisi kongesti pelabuhan atau antrean kapal dinilai mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan logistik dan pelayaran. Situasi tersebut juga berpotensi menopang tarif angkutan dan layanan pelabuhan.

Dari sisi nilai tukar, pelemahan rupiah dinilai tidak memberikan tekanan langsung yang signifikan terhadap pendapatan bisnis internasional SMDR. Pasalnya, sebagian pendapatan dari kegiatan pelayaran internasional diterima dalam dolar AS.

Meski demikian, investasi untuk bisnis pelayaran dan layanan pelabuhan turut memperhitungkan komponen biaya berbasis dolar AS. Dengan begitu, pelemahan rupiah perlu dilihat berdasarkan struktur pendapatan dan biaya masing-masing lini usaha.

Ekspansi Armada

dok. PT Samudera Indonesia Tbk

Untuk memperkuat kapasitas layanan, Bani mengatakan, SMDR telah memesan lima kapal baru dan masih menegosiasikan pemesanan empat kapal tambahan. Langkah tersebut mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap kebutuhan jasa pelayaran dalam jangka menengah.

Penambahan armada akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan setelah kapal mulai beroperasi dalam layanan perusahaan. Namun, perusahaan belum menyampaikan proyeksi nilai pendapatan maupun laba yang akan dihasilkan dari penambahan kapal tersebut.

Selain armada, SMDR juga mengembangkan investasi terminal pelabuhan di Patimban. Namun, berbeda dengan penambahan kapal yang dapat memberikan kontribusi setelah masuk ke dalam layanan, investasi terminal membutuhkan waktu lebih panjang untuk menghasilkan imbal hasil.

“Investasi di pelabuhan atau terminal merupakan investasi jangka panjang. Masa konsesinya bisa berlangsung hingga puluhan tahun, sementara nilai investasi awal yang dibutuhkan juga tidak kecil. Karena itu, kontribusi langsung dari investasi tersebut belum akan terasa dalam waktu dekat,” ujarnya.

Meski begitu, pengembangan Terminal Patimban berjalan lebih cepat daripada ekspektasi awal. Meski demikian, kontribusi finansial proyek tersebut diperkirakan tidak langsung terlihat dalam jangka pendek, mengingat investasi pelabuhan memiliki horizon pengembalian modal yang panjang dan masa konsesi hingga puluhan tahun.

Ke depan, SMDR akan mengandalkan pertumbuhan permintaan jasa pelayaran, penambahan kapasitas armada, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan untuk memperkuat bisnis.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article