Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dok. Indocement
  • Indocement membukukan volume penjualan semen dan klinker 15,75 juta ton hingga September 2026, naik 9 persen secara tahunan.

  • Pendapatan perseroan meningkat 8,9 persen menjadi Rp14,07 triliun sepanjang Januari-September 2026.

  • Laba periode sembilan bulan naik 22,5 persen menjadi Rp1,30 triliun di tengah tekanan biaya energi dan nilai tukar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari-September 2026

Pendapatan perseroan mencapai Rp14,07 triliun, meningkat 8,9 persen.

September 2026

Volume penjualan semen dan klinker mencapai 15,75 juta ton, naik 9 persen. Laba untuk periode sembilan bulan meningkat 22,5 persen menjadi Rp1,30 triliun.

Rabu (4/11)

Corporate Secretary Indocement Dani Handajani menyampaikan kenaikan laba dalam keterangan tertulis.

30 September 2026

Indocement mencatat posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp4,7 triliun.

musim hujan yang akan datang

Musim hujan berpotensi memperlambat kegiatan konstruksi dan menekan permintaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indocement mencatat kenaikan volume penjualan semen dan klinker, pendapatan, serta laba untuk periode sembilan bulan hingga September 2026.
  • Who?
    PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani.
  • Where?
    Penjualan domestik berlangsung di pasar dalam negeri; lokasi pencatatan kinerja lainnya per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Periode kinerja berlangsung hingga September 2026, dengan posisi kas tercatat pada 30 September 2026.
  • Why?
    Kenaikan terutama terdorong permintaan kuat semen di dalam negeri, sementara ekspor juga meningkat.
  • How?
    Volume penjualan naik 9 persen menjadi 15,75 juta ton, pendapatan meningkat 8,9 persen menjadi Rp14,07 triliun, dan laba naik 22,5 persen menjadi Rp1,30 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indocement menjual banyak semen dan klinker sampai September 2026. Penjualannya naik karena orang di dalam negeri membutuhkan semen. Pendapatan dan laba Indocement juga bertambah. Dani Handajani mengatakan laba naik menjadi Rp1,30 triliun. Sekarang, industri semen masih menghadapi biaya energi tinggi dan perubahan nilai tukar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kinerja Indocement hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pada volume penjualan, pendapatan, dan laba. Kenaikan penjualan domestik serta ekspor turut memperkuat pendapatan perseroan. Posisi kas bersih sebesar Rp4,7 triliun juga tercatat pada 30 September 2026, meski industri masih menghadapi tekanan biaya energi dan nilai tukar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat volume penjualan semen dan klinker sebesar 15,75 juta ton hingga September 2026, meningkat sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu terdorong permintaan kuat semen di dalam negeri. Kenaikan tersebut turut tercermin dari naiknya pendapatan perseroan sepanjang Januari-September 2026 yang mencapai 8,9 persen menjadi Rp14,07 triliun

Berdasarkan segmen pasar, volume penjualan domestik yang tumbuh 7,6 persen, sedangkan volume penjualan ekspor yang melonjak 55,9 persen. Pertumbuhan volume penjualan mendorong pendapatan bersih perseroan mencapai 8,9 persen. Bersamaan dengan itu, beban pokok pendapatan INTP meningkat 7,8 persen sehingga menghasilkan marjin laba neto sebesar Rp4,50 miliar, setara dengan 11,4 persen dari pendapatan neto.

Peningkatan volume penjualan turut mendorong kenaikan beban usaha sebesar 11,5 persen menjadi Rp3 triliun. Beban operasi lainnya tumbuh 284,2 persen menjadi Rp59,6 miliar, terutama ditopang oleh keuntungan selisih kurs pada tahun ini, dibandingkan dengan kerugian selisih kurs yang tercatat pada tahun sebelumnya.

Dengan torehan tersebut, margin laba usaha perseroan tercatat sebesar 11,1 persen, sedangkan margin EBITDA mencapai 20,1 persen untuk periode hingga September 2026. INTP juga mencatat lonjakan pendapatan keuangan sebesar 97 persen menjadi Rp20,4 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan tingkat bunga atas utang PT Semen Grobogan.

Bagian atas laba bersih entitas asosiasi bersih juga meningkat 109,6 persen menjadi Rp49,8 miliar, didorong oleh peningkatan kinerja laba entitas asosiasi. Sejalan dengan kenaikan laba, beban pajak penghasilan bersih pun tumbuh 19,9 persen menjadi Rp324,4 miliar.

“Secara keseluruhan, laba untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2026 meningkat 22,5 persen menjadi Rp1,30 triliun,” kata Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11).

Indocement mencatat posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp4,7 triliun pada 30 September 2026.

Seiring dengan pertumbuhan bisnis, perusahaan terus mewaspadai tekanan dalam industri semen domestik yang dapat mempengaruhi perolehan margin akibat tingginya biaya energi dan nilai tukar mata uang asing.

“Di tengah volatilitas energi global dan terbatasnya kepastian mengenai pemulihan biaya, peningkatan efisiensi dan penggunaan bahan bakar alternatif menjadi langkah penting bagi industri, termasuk melalui penyesuaian harga jual lebih lanjut. Selain itu, musim hujan yang akan datang berpotensi memperlambat laju kegiatan konstruksi dan menekan permintaan,” ujarnya.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article