Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Pos Indonesia Satukan 9 BUMN Logistik, Klaim Langsung Untung

Pos Indonesia Satukan 9 BUMN Logistik, Klaim Langsung Untung
IDN Times/Humas Pos Indonesia
Intinya Sih
Sisi Positif
  • PT Pos Indonesia memimpin konsolidasi sembilan BUMN logistik menjadi satu entitas dengan proyeksi laba Rp100 miliar pada tahun pertama operasional.
  • Konsolidasi bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing lintas moda transportasi, dan menurunkan biaya logistik nasional yang masih tinggi dibanding negara ASEAN lain.
  • Tahap awal dimulai 2026 melalui peleburan tujuh perusahaan di bawah PT Multi Terminal Indonesia, dan pada 2027 seluruh saham akan dialihkan ke Pos Indonesia sebagai induk tunggal logistik BUMN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — PT Pos Indonesia mengungkapkan konsolidasi sembilan perusahaan logistik milik BUMN ke dalam satu entitas di bawahnya diyakini langsung menghasilkan keuntungan.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, menyebut perusahaan hasil penggabungan tersebut diproyeksikan membukukan laba sekitar Rp100 miliar pada tahun pertama pengoperasian.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (22/6), Daud menjelaskan konsolidasi tersebut mengusung model bisnis baru yang berfokus pada penguatan sektor logistik. Menurutnya, dalam lima tahun terakhir Pos Indonesia kesulitan mencetak laba optimal jika hanya mengandalkan proyek pemerintah.

Ia menilai prospek industri logistik nasional masih sangat menjanjikan. Nilai pasar logistik Indonesia diperkirakan meningkat dari sekitar Rp3.300 triliun pada 2026 menjadi Rp4.300 triliun pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 6,2–8,2 persen. Sementara itu, bisnis kurir diproyeksikan tumbuh 7,2–8,7 persen per tahun dan layanan keuangan sekitar 13,7 persen.

Core competence Pos Indonesia berada di bidang logistik dan peluang pasarnya masih sangat besar,” kata Daud.

Menurutnya, mandat utama yang diberikan kepada Pos Indonesia adalah memimpin konsolidasi BUMN logistik guna meningkatkan efisiensi, memperbesar skala usaha, serta memperkuat daya saing layanan dari hulu hingga hilir dan lintas moda transportasi, mulai dari laut, udara, darat hingga kereta api.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan biaya logistik nasional yang selama ini dinilai masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.

Daud menjelaskan, saat ini terdapat sedikitnya 15 entitas logistik BUMN yang beroperasi secara terpisah dengan skala bisnis relatif kecil. Dari pasar logistik nasional yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah, gabungan pangsa pasar perusahaan-perusahaan tersebut masih di bawah 3 persen.

Selain saling berebut pelanggan pada rute yang sama, antarperusahaan juga belum terintegrasi dari sisi teknologi maupun pemanfaatan kapasitas. Akibatnya, sering terjadi armada penuh saat berangkat namun kosong saat kembali sehingga efisiensi tidak optimal.

“Setiap mata rantai mengambil margin keuntungan sendiri-sendiri, mulai dari pelabuhan, depo peti kemas, kepabeanan, forwarding, pergudangan hingga distribusi. Setelah digabung menjadi satu perusahaan, margin keuntungan cukup satu kali sehingga dapat memangkas duplikasi biaya,” katanya.

Tahap konsolidasi

Pada tahap awal yang dilakukan tahun ini, konsolidasi akan dimulai dengan melebur tujuh perusahaan di bawah PT Multi Terminal Indonesia (MTI). Saat ini struktur kepemilikan MTI terdiri atas sekitar 73 persen milik Pelindo, 9 persen milik Pos Indonesia, dan sisanya dimiliki beberapa BUMN lain seperti Pelni, Semen Indonesia, dan Krakatau Steel.

Selanjutnya, pada 2027 seluruh saham perusahaan hasil konsolidasi direncanakan akan dialihkan kepada Pos Indonesia sehingga menjadi induk tunggal bisnis logistik BUMN.

Perusahaan yang masuk dalam proses integrasi meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), PT Krakatau Jasa Logistik (KJL), PT Semen Indonesia Logistik (Silog), dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Menurut Daud, perusahaan gabungan tersebut diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar Rp2,38 triliun dan mampu menghasilkan laba sekitar Rp100 miliar pada tahun berjalan, sehingga menjadi fondasi awal bagi pembentukan pemain logistik BUMN yang lebih besar dan kompetitif.

“Mekanismenya nanti seperti apa itu nanti akan diatur berikutnya menggunakan mekanisme yang paling optimal. Pada ujungnya nanti di tahun 2027 semua 7 perusahaan ini akan ada di bawah Pos Indonesia 100 persen,” ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More