Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi pinjaman, skor kredit, utang (magnific.com/jcomp)
  • Industri fintech lending tumbuh 17,02 persen secara tahunan dengan nominal outstanding Rp06,48 triliun per September 2026.

  • Tingkat kredit macet industri mencapai 5,36 persen, melampaui ambang batas aman lima persen yang ditetapkan OJK.

  • UKU Indonesia mencatat kualitas pendanaan macet 2,98 persen dan TKB90 sebesar 97,52 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September tahun lalu

Posisi kredit macet industri fintech lending masih berada di level 2,82 persen.

akhir 2025

Jumlah pemberi dana aktif UKU Indonesia tercatat enam.

Januari–September 2026

UKU Indonesia menyalurkan pembiayaan sebesar Rp687,18 miliar.

per September 2026

Jumlah pemberi dana aktif UKU Indonesia bertambah menjadi delapan.

September 2026

Outstanding industri fintech lending tumbuh 17,02 persen secara tahunan dengan nominal Rp06,48 triliun. Kredit macet industri mencapai 5,36 persen.

Rabu (5/11)

Agusman menyampaikan perkembangan industri fintech lending dan kualitas pendanaan dalam konferensi pers OJK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tingkat kredit macet industri fintech lending mencapai 5,36 persen, melampaui ambang batas aman lima persen yang ditetapkan OJK.
  • Who?
    OJK, pelaku industri fintech lending, serta PT Teknologi Merlin Sejahtera atau UKU Indonesia.
  • Where?
    Pada industri layanan pendanaan bersama berbasis teknologi atau fintech lending di Indonesia.
  • When?
    Per September 2026; angka tersebut disampaikan Agusman dalam konferensi pers OJK pada Rabu (5/11).
  • Why?
    Perkembangan kualitas pendanaan industri LPBBTI menjadi perhatian karena tingkat kredit macet melampaui ambang batas aman OJK.
  • How?
    Outstanding industri tumbuh 17,02 persen secara tahunan menjadi Rp06,48 triliun, sementara kredit macet naik dari 2,82 persen pada September tahun lalu menjadi 5,36 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Industri pinjaman daring tumbuh dan menyalurkan uang, termasuk untuk UMKM. OJK melihat kredit yang belum dibayar mencapai 5,36 persen, lebih tinggi dari batas aman lima persen. UKU Indonesia juga memberi pinjaman dan mencatat banyak pembayaran berhasil. OJK meminta perusahaan menjaga risiko dan melindungi konsumen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertumbuhan outstanding fintech lending menunjukkan industri ini terus menyalurkan pendanaan kepada masyarakat dan sektor produktif, termasuk UMKM. Di tengah perhatian terhadap kualitas pendanaan, UKU Indonesia mencatat tingkat kredit macet 2,98 persen, TKB90 97,52 persen, serta peningkatan jumlah pemberi dana aktif hingga September 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Di tengah penyaluran pinjaman daring yang tumbuh subur, risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 mengintai mencapai ambang batas yang ditentukan regulator.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman mengatakan outstanding industri layanan bersama berbasis teknologi atau fintech lending tumbuh 17,02 persen secara tahunan (YoY) senilai Rp106,48 triliun per September 2026.

"Dengan nominal tersebut diantaranya disalurkan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 12,49 persen secara tahunan," kata Agusman dalam konfrensi pers OJK, Rabu (5/11).

Agusman menilai, capaian tersebut mencerminkan perkembangan industri pinjaman daring dalam mendukung akses pendanaan bagi masyarakat di sektor produktif.

Kendari demikian, OJK juga menyoroti tingginya angka kredit macet secara industri yang mencapai 5,36 persen. Angka tersebut telah melampaui ambang batas aman lima persen yang ditetapkan OJK. Padahal September tahun lalu, posisi kredit macet masih aman di level 2,82 persen.

"Perkembangan kualitas pendanaan industri LPBBTI terus menjadi perhatian," kata Agusman.

Ia pun meminta agar pelaku usaha mendorong pertumbuhan industri yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan kualitas pendanaan, penguatan manajemen risiko, serta pelindungan konsumen.

Salah satu pelaku industri, PT Teknologi Merlin Sejahtera atau dikenal dengan UKU Indonesia mencatatkan tingkat kualitas pendanaan macet di level 2,98 persen.

Sementara itu, pembiayaan yang disalurkan tercatat sebesar Rp687,18 miliar untuk periode Januari–September 2026.

Direktur Utama UKU, Tony Jackson, menjelaskan rata-rata tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB90) sebesar 97,52 persen. Jumlah pemberi dana aktif juga bertambah dari enam pada akhir 2025 menjadi delapan per September 2026.

"UKU terus tumbuh secara bertahap, dengan memperkuat penilaian kelayakan, efisiensi operasional, dan kolaborasi bersama lembaga jasa keuangan," kata Tony.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article