Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Rupiah Melemah, Astra Property Nilai Fluktuasi Masih Bisa Dikelola
Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono. Dok Fortune Indonesia
  • Astra Property menilai pelemahan rupiah hingga Rp17.300 belum berdampak besar karena kontrak dengan pemasok dan kontraktor sudah dikunci hingga Oktober, menjaga stabilitas biaya konstruksi.
  • Perusahaan mulai menyiapkan strategi menghadapi potensi tekanan tahun depan, termasuk kemungkinan penyesuaian harga properti jika tren pelemahan rupiah dan kenaikan harga material berlanjut.
  • Sepanjang 2025, Astra Property memperluas portofolio ke sektor industri dan logistik melalui akuisisi Cikarang Logistics Park serta pengembangan proyek Cibinong Logistics Hub dan NavaPark 2.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Astra Property mencermati bahwa pelemahan rupiah menyentuh Rp17.300 belum memberikan dampak yang signifikan bagi portofolio perusahaan, khususnya dari segmen hunian high-end.

Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono, menilai dampak fluktuasi kurs masih dapat dikelola dalam jangka pendek.

“Untuk tahun ini kita lumayan aman, karena kontrak kerja dengan supplier dan kontraktor sudah kita kunci sampai sekitar September atau Oktober,” ujarnya pada media gathering di Jakarta, Rabu (29/4).

Strategi penguncian harga tersebut membuat biaya konstruksi relatif stabil meskipun komponen impor pada proyek hunian kelas atas tergolong tinggi. Dengan kontrak jangka panjang yang telah disepakati sebelumnya, lonjakan biaya akibat pelemahan rupiah belum terasa dalam biaya saat ini.

Hal tersebut membuat proyek-proyek yang berjalan tetap berada dalam batas anggaran. “Jadi dari sisi fluktuasi costingnya, hampir tidak ada impact untuk kita. Karena tadi sudah nge-lock harga,” ujarnya.

Waspadai Penyesuaian Harga

Namun demikian, Wibowo mengatakan bahwa perusahaan mulai bersiap menghadapi potensi tekanan pada tahun depan. Apabila tren pelemahan rupiah dan kenaikan harga material berlanjut, penyesuaian harga properti menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan.

“Untuk tahun depan ini yang kita planning-in memang ada antisipasi. Apabila ini terus terjadi dan harga terus naik, bagaimana kita harus mengatasi, baik itu mungkin harga naik atau gimana itu masih belum kita putuskan, masih kita pantau,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap volatilitas saat ini dapat segera mereda sehingga tidak berdampak lebih jauh pada daya beli konsumen, khususnya di segmen premium.

“Jadi dari sisi costing untuk sampai saat ini kita masih oke within budget,” katanya.

Sebelumnya, sepanjang 2025 Astra Property mencatat sejumlah pencapaian. Perusahaan resmi masuk ke sektor industri dan logistik melalui akuisisi Cikarang Logistics Park 1 dan 2, serta PT Mega Manunggal Properti. Selain itu, proyek Cibinong Logistics Hub juga mulai dikembangkan dengan luas mencapai 80.000 hingga 100.000 meter persegi, yang diprediksi akan mulai beroperasi di akhir tahun depan.

Di sektor lain, perusahaan juga mencatat sejumlah milestone seperti pembukaan Singapore Intercultural School (SIS), pengembangan NavaPark 2.

Editorial Team