Jakarta, FORTUNE - Astra Property mencermati bahwa pelemahan rupiah menyentuh Rp17.300 belum memberikan dampak yang signifikan bagi portofolio perusahaan, khususnya dari segmen hunian high-end.
Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono, menilai dampak fluktuasi kurs masih dapat dikelola dalam jangka pendek.
“Untuk tahun ini kita lumayan aman, karena kontrak kerja dengan supplier dan kontraktor sudah kita kunci sampai sekitar September atau Oktober,” ujarnya pada media gathering di Jakarta, Rabu (29/4).
Strategi penguncian harga tersebut membuat biaya konstruksi relatif stabil meskipun komponen impor pada proyek hunian kelas atas tergolong tinggi. Dengan kontrak jangka panjang yang telah disepakati sebelumnya, lonjakan biaya akibat pelemahan rupiah belum terasa dalam biaya saat ini.
Hal tersebut membuat proyek-proyek yang berjalan tetap berada dalam batas anggaran. “Jadi dari sisi fluktuasi costingnya, hampir tidak ada impact untuk kita. Karena tadi sudah nge-lock harga,” ujarnya.
