Terkendala Perizinan, Pembangunan Pabrik YUPI di Nganjuk Tertunda

- Pembangunan pabrik YUPI di Nganjuk tertunda karena kendala perizinan dan balik nama lahan.
- Kapasitas produksi di pabrik Gunung Putri dan Karanganyar masih memenuhi kebutuhan perseroan.
- YUPI mencatat laba bersih Rp314,20 miliar, tapi pendapatan menyusut 7,1 persen pada semester I-2025.
Jakarta, FORTUNE - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) mengonfirmasi penundaan pembangunan pabrik barunya di Nganjuk, Jawa Timur, yang semula dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli 2025. Penundaan ini disebabkan oleh kendala perizinan lahan.
Direktur PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Rusman Apandi, menyatakan beberapa lahan yang disiapkan untuk proyek tersebut masih dalam proses balik nama dan konversi status hak agar sesuai dengan kebutuhan perseroan.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya mendukung ekspansi, Rusman menambahkan bahwa perseroan kini tengah fokus memperbaiki sistem internal dan melakukan restrukturisasi.
Meskipun proyek ekspansi tertunda, Rusman memastikan hal ini tidak akan memengaruhi kinerja operasional maupun keuangan YUPI dalam waktu dekat.
“Saat ini kapasitas produksi perseroan di pabrik Gunung Putri dan Karanganyar masih memenuhi kebutuhan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (29/8).
Pembangunan pabrik tersebut rencananya akan menggunakan dana yang dihimpun dari hasil penawaran umum perdana (IPO) perseroan.
Dari sisi keuangan, YUPI membukukan penurunan pendapatan sebesar 7,1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada semester I-2025, menjadi Rp1,43 triliun.
Penurunan tersebut terjadi baik pada penjualan pasar domestik yang terkoreksi 3,8 persen (YoY) menjadi Rp1,12 triliun, maupun pada pasar ekspor yang turun 10,5 persen (YoY) menjadi Rp354,4 miliar.
Kendati demikian, laba bersih perseroan tercatat relatif stabil pada level Rp314,20 miliar. Realisasi ini hanya naik tipis 0,14 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp313,76 miliar.