Jakarta, FORTUNE — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mendorong pemerintah menyalurkan stimulus guna meningkatkan daya beli masyarakat serta penjualan mobil baru dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, di Jakarta, Selasa (27/10).
Usulan tersebut disampaikan guna menopang pertumbuhan industri otomotif yang saat ini menghadapi pergeseran permintaan konsumen dari mobil baru ke kendaraan bekas.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyatakan dukungan kebijakan dari pemerintah menjadi penentu kondisi pasar saat ini.
"Kami menyampaikan pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pembelian mobil baru dapat kembali meningkat,” kata Nandi seusai pertemuan.
Mengenai bentuk dan besaran stimulus, TMMIN menyatakan skema dukungan masih memerlukan pembahasan bersama pemerintah dengan mempertimbangkan parameter serta perlakuan bagi pelaku industri. Penilaian insentif tersebut dapat memperhitungkan indikator tingkat emisi dan efisiensi kendaraan sebagai dasar penilaian.
TMMIN mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) saat melaporkan distribusi wholesales mencapai 197.809 unit sepanjang Januari–September 2026. Capaian tersebut menempatkan Toyota pada posisi puncak pasar otomotif dengan pangsa sekitar 29 persen.
Meski demikian, pemeliharaan momentum pasar tetap dibutuhkan melalui dorongan daya beli konsumen sebagai penentu keberlanjutan permintaan kendaraan.
