Jakarta, FORTUNE - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), emiten pemilik jaringan bioskop Cinema XXI, membukukan pendapatan Rp2,6 triliun pada semester-I 2026, turun 8,59 persen (YoY).
Dikutip dari laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2026, koreksi tersebut terjadi karena penurunan pendapatan pada segmen tiket, makanan dan minuman, digital platform, serta acara dan pendapatan lainnya. Selaras dengan koreksi itu, laba bersih CNMA turut menurun 40,03 persen (YoY) menjadi Rp173,05 miliar.
Kendati demikian, secara kuartalan, pendapatan perseroan naik 40 persen (QoQ) dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,5 triliun, berkat kenaikan jumlah penonton dari 15,5 juta menjadi 21,9 juta pada kuartal-II 2026. "Ke depan, perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan (revenue stream), serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan perseroan secara berkelanjutan," kata Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, dikutip Jumat (31/7).
Kontribusi pendapatan Cinema XXI pada semester-I 2026 ditopang oleh penjualan tiket bioskop, yakni60,2 persen dari total pendapatan, penjualan makanan dan minuman sekitar 33,7 persen dari total pendapatan. Sementara itu, pendapatan lainnya yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara berkontribusi sebesar 6,1 persen dari total pendapatan.
Dari segi strategi, perseroan melanjutkan ekspansi secara sselektif ke wilayah-wilayah potensial. Pada semester-I 2026, CNMA telah membuka 2 lokasi baru dengan total tambahan 7 layar. Lokasinya di Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI.
Dengan demikian, hingga 30 Juni 2026 Perseroan telah mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.
Sepanjang periode itu, film nasional mendominasi lebih dari 65 persen dari total penonton di Cinema XXI. Secara total, ada 17 film yang tayang pada Januari–Juni 2026 yang meraih lebih dari 1 juta penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Jumlah itu meningkat dari periode serupa di 2025, saat film dengan lebih dari 1 juta penonton berjumlah 15 film.
