Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Allo Bank Siapkan Rp200 Miliar Untuk Buyback Saham, Setara 1,35% Aset
Allo Bank (allobank.com)
  • Allo Bank menyiapkan dana Rp200 miliar dari laba ditahan untuk buyback saham, setara 1,35% dari total aset perusahaan senilai Rp14,79 triliun.
  • Langkah buyback dilakukan guna menjaga stabilitas harga saham, memperkuat fundamental perusahaan, dan mempertahankan kepercayaan pemangku kepentingan.
  • Buyback diperkirakan menurunkan CAR dari 72,45% menjadi sekitar 70,50% serta laba bersih turun tipis menjadi Rp101,96 miliar tanpa ganggu likuiditas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta,FORTUNE – PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allo Bank) menyiapkan dana Rp200 miliar dari saldo laba ditahan terkait rencana pembelian kembali (buyback) saham perseroan.  Jumlah dana tersebut setara 1,35 persen dari total aset perseroan.

Adapun, rata-rata total aset Allo Bank pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp14,79 triliun.

Manajemen Allo Bank mengungkapkan, aksi buyback saham  ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham serta mendukung kinerja perseroan.

“Selain itu, langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis keterangan manajemen Allo Bank dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/7).

Bank dengan kode saham BBHI ini juga berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu sebagaimana diatur dalam POJK 29/2023.

Meski demikian, Allo Bank optimis buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan likuiditas Perseroan. Mengingat, Perseroan memiliki modal kerja dan cashflow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.

Jika seluruh dana buyback digunakan, total aset dan ekuitas perseroan masing-masing berpotensi berkurang Rp200 miliar. Kondisi ini membuat turunnya Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BBHI sekitar 1,95 persen, atau bila dilihat asumsi per 31 Maret 2026, secara proforma CAR Perseroan turun dari 72,45 persen menjadi sekitar 70,50 persen.

Di sisi lain, laba bersih perseroan juga diperkirakan turun tipis dari Rp104,06 miliar menjadi Rp101,96 miliar setelah memperhitungkan pelaksanaan buyback.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article