Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Apa Itu NAB Reksa Dana? Begini Cara Menghitungnya
ilustrasi reksa dana (unsplash.com/Coinstash Australia)
  • NAB reksa dana adalah nilai total kekayaan bersih setelah dikurangi kewajiban dan dibagi jumlah unit penyertaan.

  • NAB per unit berfungsi sebagai patokan harga transaksi, indikator performa investasi, serta alat untuk menilai kinerja manajer investasi.

  • Perhitungan NAB membantu investor memahami nilai portofolio dan potensi keuntungan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih, terutama di kalangan investor pemula. Selain proses investasinya yang relatif mudah, reksa dana juga menawarkan beragam pilihan sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.

Saat mulai berinvestasi di reksa dana, Anda akan menemukan berbagai istilah penting yang perlu dipahami. Salah satu yang paling mendasar adalah NAB reksa dana atau Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Lantas, apa itu NAB reksa dana? Penjelasan lebih lanjut dapat disimak berikut ini

Apa itu NAB reksa dana?

NAB reksa dana adalah nilai yang mencerminkan total kekayaan bersih suatu reksa dana pada hari tertentu. Nilai ini diperoleh dari total aset yang dimiliki reksa dana setelah dikurangi seluruh kewajiban, kemudian dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar.

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan reksa dana sebagai satu loyang kue besar. Aset reksa dana merupakan bahan-bahan pembuat kue, sedangkan kewajiban adalah biaya yang harus dikeluarkan, seperti sewa oven dan tenaga kerja. Sementara itu, unit penyertaan dapat dianalogikan sebagai potongan-potongan kue yang dibagikan kepada investor.

Dengan perhitungan tersebut, NAB menunjukkan nilai wajar dari setiap potongan kue pada waktu tertentu. Karena itu, NAB sering digunakan sebagai indikator untuk melihat nilai bersih aset yang dikelola oleh suatu reksa dana.

Namun, perlu dipahami bahwa NAB bukanlah harga reksa dana yang digunakan dalam transaksi. Istilah yang lebih tepat adalah Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP), yaitu nilai setiap unit yang dibeli atau dijual investor.

Dalam praktiknya, banyak orang menyebut NAB/UP sebagai "NAB" karena lebih singkat dan mudah diucapkan. Nilai NAB/UP dapat berubah setiap hari mengikuti pergerakan harga instrumen investasi yang menjadi isi portofolio reksa dana.

Fungsi NAB pada reksa dana

NAB per unit merupakan salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan investor. Selain mencerminkan nilai investasi, komponen ini juga membantu investor menilai perkembangan dan hasil investasinya.

Berikut sejumlah fungsi NAB per unit:

  • Sebagai patokan harga transaksi. Nilainya dapat memperlihatkan berapa harga per unit yang harus dibayar atau diterima investor.

  • Menunjukkan gambaran objektif mengenai besaran nilai portofolio reksa dana pada satu waktu tertentu. Fungsinya penting dalam menghitung jumlah unit yang dimiliki investor.

  • Sebagai indikator performa investasi. Dengan membandingkan NAB saat ini dengan NAB saat pertama kali beli, investor dapat melihat investasi apakah mengalami keuntungan atau kerugian.

  • Memantau kinerja manajer investasi, sehingga membantu investor menilai kinerja manajer investasi dalam mengelola dana.

Cara menghitung NAB reksa dana

Selain memahami apa itu NAB reksa dana, pahami pula cara menghitungnya. Berikut rumus menghitung NAB reksa dana.

NAB/UP = (total aset - total kewajiban) / jumlah unit penyertaan

Keterangan:

  • Total aset: nilai pasar dari seluruh instrumen investasi di dalam portofolio, mencakup saham, obligasi, dan pasar uang.

  • Total kewajiban: beban operasional reksa dana, seperti biaya manajer investasi dan biaya kustodian.

  • Jumlah unit penyertaan: total unit atau lembar saham reksa dana yang dimiliki oleh seluruh investor.

Contoh perhitungan NAB reksa dana

Agar mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai cara menghitung NAB reksa dana, berikut contoh soal perhitungan NAB reksa dana.

Investor A ingin berinvestasi sebesar Rp3.000.000 di sebuah reksa dana saham dengan NAB awal sebanyak Rp1.000 per unit penyertaan. Biaya operasional manajer investasi yang perlu dibayarkan sebesar Rp50.000

NAB/UP = (total aset - total kewajiban) / jumlah unit penyertaan

= (Rp3.000.000 - Rp50.000) / 1.000

= Rp2.950.000 / 1.000

= 2.950 unit

Jadi, jumlah unit dari investasi reksa dana tersebut sebesar 2.950 unit pada saat investor A membelinya.

Setelah tiga bulan, katakanlah NAB reksa dana investor A tumbuh menjadi Rp1.100 per unit atau tumbuh sekitar 10 persen. Biaya penjualan unit reksa dana dibebankan sebesar 0,1 persen. Maka perhitungannya adalah: 

Nilai bersih penjualan = total penjualan aset - biaya kewajiban

Total penjualan = 2.950 unit x Rp1.100 = Rp3.245.000

Biaya kewajiban = 0,1 persen x Rp3.245.000 = Rp3.245

Nilai bersih penjualan = Rp3.245.000 - Rp3.245

= Rp3.241.755

Jumlah bersih yang diterima investor A setelah penjualan unit reksa dananya sebesar Rp3.241.755. Artinya, keuntungan yang didapatkan dalam tiga bulan sekitar Rp241.755.

Jadi, demikian penjelasan apa itu NAB reksa dana dan cara menghitungnya. Semoga informasi ini bermanfaat!

FAQ seputar apa itu NAB reksa dana

Apa perbedaan antara NAB dan NAB/UP?

NAB adalah total seluruh dana kelolaan suatu reksa dana, sedangkan NAB/UP merupakan harga setiap satu unit reksa dana yang menjadi acuan transaksi.

Mengapa NAB bisa naik dan turun?

NAB berfluktuasi mengikuti kinerja portofolio investasi di dalam reksa dana tersebut. Perubahan nilai juga dipengaruhi oleh biaya operasional.

Apakah NAB yang tinggi berarti reksa dana tersebut mahal?

Tidak. Berbeda dengan saham, besaran nominal NAB tidak menunjukkan murah atau mahalnya suatu produk reksa dana.

Editorial Team

Related Article