Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Fixed Income Masih Relevan di Era Suku Bunga Tinggi?
Ilustrasi fixed income (pexels.com/Ahsanjaya)
  • Fixed income tetap relevan di era suku bunga tinggi karena menawarkan kupon menarik dan arus kas rutin.

  • Instrumen fixed income mencakup obligasi pemerintah, korporasi, sertifikat deposito, anuitas tetap, obligasi daerah, hingga efek beragun aset.

  • Risiko utama fixed income meliputi perubahan suku bunga, gagal bayar, inflasi, dan likuiditas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah fixed income masih relevan di era suku bunga tinggi?

Pertanyaan ini semakin sering muncul seiring perubahan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan dan berbagai instrumen investasi. Kondisi tersebut membuat banyak investor kembali mengevaluasi strategi alokasi aset dalam portofolionya.

Fixed income sendiri adalah kelompok instrumen investasi yang memberikan pendapatan melalui bunga atau kupon secara berkala serta pengembalian pokok saat jatuh tempo.

Untuk mengetahui apakah instrumen ini masih layak dipertimbangkan, Anda perlu memahami penjelasan berikut ini.

Apakah fixed income masih relevan di era suku bunga tinggi?

Ya, fixed income masih sangat relevan di era suku bunga tinggi, bahkan sering menjadi salah satu aset yang menarik perhatian investor. Namun, relevansinya bergantung pada jenis instrumen, arah suku bunga, dan tujuan investasi.

Di era suku bunga tinggi, instrumen fixed income menawarkan tingkat kupon atau bunga yang relatif lebih menarik dibandingkan ketika suku bunga rendah. Bagi investor yang mengutamakan arus kas rutin, kondisi tersebut membuat instrumen pendapatan tetap kembali dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Selain menghasilkan pendapatan berkala, fixed income juga dikenal memiliki volatilitas yang umumnya lebih rendah dibanding saham. Karena itu, instrumen ini kerap dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas portofolio, terutama bagi investor yang memiliki profil risiko konservatif atau mendekati masa pensiun.

Fixed income juga memungkinkan investor memperoleh pendapatan tanpa harus menjual aset yang dimiliki. Karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan instrumen ini banyak digunakan sebagai pelengkap investasi berbasis pertumbuhan.

Apa itu fixed income?

Fixed income adalah instrumen investasi yang memberikan pembayaran bunga atau pendapatan tetap kepada investor dalam periode tertentu. Instrumen ini mencakup obligasi pemerintah, obligasi korporasi, sertifikat deposito (certificate of deposit), hingga beberapa produk anuitas.

Cara kerjanya, investor menempatkan dana kepada penerbit instrumen, kemudian memperoleh pembayaran bunga secara berkala sesuai ketentuan. Pada akhir masa investasi atau jatuh tempo, pokok investasi dikembalikan apabila penerbit memenuhi kewajibannya.

Dibandingkan instrumen ekuitas, fixed income umumnya menawarkan arus kas yang lebih dapat diprediksi. Namun, besaran imbal hasil berbeda-beda bergantung pada jenis instrumen, tenor, serta tingkat risiko penerbitnya.

Ingin memahami strategi investasi di tengah perubahan suku bunga dan dinamika ekonomi global?

Fortune Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets untuk membantu mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka

  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset

  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri

  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass)

  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun

  • Makan siang dan 2 kali coffee break

  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

Fortune Investment Forum.png


Jenis-jenis instrumen fixed income

Instrumen fixed income terdiri atas beberapa kategori dengan karakteristik yang berbeda. Berikut jenis-jenis fixed income:

  • Obligasi pemerintah

Surat utang yang diterbitkan pemerintah dengan berbagai tenor, mulai dari jangka pendek hingga puluhan tahun. Instrumen ini umumnya dipandang memiliki risiko gagal bayar yang rendah karena didukung oleh pemerintah.

  • Obligasi korporasi

Diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh pendanaan. Tingkat imbal hasilnya biasanya lebih tinggi dibanding obligasi pemerintah karena risikonya juga lebih besar. Kualitas obligasi korporasi dipengaruhi oleh kondisi keuangan perusahaan serta peringkat kredit yang dimilikinya.

  • Sertifikat deposito (CD)

Simpanan berjangka yang menawarkan bunga tetap selama periode tertentu. Di sejumlah negara, produk ini juga memperoleh perlindungan dari lembaga penjamin simpanan sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Anuitas berbunga tetap (fixed annuity)

Produk keuangan yang memberikan pembayaran pendapatan secara berkala kepada pemegangnya dengan tingkat bunga tetap sesuai ketentuan dalam perjanjian.

  • Obligasi daerah (municipal bonds)

Surat utang yang diterbitkan pemerintah daerah untuk membiayai berbagai proyek atau kebutuhan anggaran dengan karakteristik risiko yang berbeda dari obligasi pemerintah pusat.

  • Efek beragun aset (asset-backed securities)

Instrumen investasi yang didukung oleh sekumpulan aset keuangan, seperti kredit pemilikan rumah (mortgage-backed securities/MBS) atau piutang. Karakteristik risiko dan potensi imbal hasilnya bergantung pada kualitas aset yang menjadi dasar penerbitannya.

Risiko fixed income

Meski relatif lebih defensif, fixed income bukan berarti bebas risiko. Salah satu risiko utama adalah interest rate risk atau risiko suku bunga.

Ketika suku bunga pasar naik, harga obligasi yang telah beredar cenderung turun sehingga investor yang menjual sebelum jatuh tempo berpotensi mengalami kerugian.

Risiko lain adalah gagal bayar, khususnya pada obligasi korporasi. Kemampuan penerbit dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi.

Instrumen fixed income juga menghadapi risiko inflasi. Apabila laju inflasi lebih tinggi daripada tingkat imbal hasil investasi, daya beli dari pendapatan yang diterima investor dapat menurun.

Beberapa instrumen memiliki risiko likuiditas, sehingga tidak selalu mudah diperjualbelikan di pasar sekunder tanpa memengaruhi harga.

Karena itu, investor umumnya mempertimbangkan kualitas penerbit, tenor investasi, kondisi suku bunga, hingga tujuan keuangan sebelum menentukan alokasi pada instrumen fixed income.

Sebagai bagian dari portofolio yang terdiversifikasi, instrumen ini tetap memiliki fungsi dalam menghasilkan pendapatan berkala sekaligus mengelola risiko investasi.

FAQ seputar fixed income

Apa saja contoh instrumen fixed income?

Contohnya obligasi pemerintah, obligasi korporasi, sertifikat deposito (CD), dan anuitas berbunga tetap.

Mengapa fixed income diminati saat suku bunga tinggi?

Karena instrumen ini berpotensi menawarkan kupon atau bunga yang lebih menarik serta membantu menjaga stabilitas portofolio.

Apa risiko utama fixed income?

Risiko utamanya meliputi kenaikan suku bunga, gagal bayar penerbit, inflasi, dan likuiditas.

Editorial Team

Related Article