FINANCE

BRI Humanisasi Layanan Perbankan Digital dengan Teknologi AI

Atmosfer 'manusia' masih dibutuhkan.

BRI Humanisasi Layanan Perbankan Digital dengan Teknologi AIIlustrasi perangkat AI. Shutterstock/Aumpattarawut
10 June 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tidak ketinggalan untuk berinovasi mengembangkan Teknologi AI (Artificial Intelligence) dalam berbagai lini bisnis dan produknya.

Direktur Digital dan IT BRI sekaligus Project Management Office AI Center of Excellence, Arga M. Nugraha, menyatakan bahwa dengan keahlian bank tersebut dalam bidang microfinance, "Kami melihat bahwa kami harus melayani masyarakat di segmen yang lebih bawah,” katanya dalam siaran pers yang dikutip Senin (10/6).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan pada bank itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan nasabah yang lebih personal serta inklusif, tanpa melupakan pentingnya manusia yang berada di balik operasionalisasinya. Dengan begitu, bank "mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan yang terpenting membangun trust (pada nasabah),” ujarnya.

Humanisasi teknologi AI

Direktur Digital dan IT BRI, Arga M. Nugraha.
Direktur Digital dan IT BRI, Arga M. Nugraha. (dok. BRI)

Salah satu bentuk humanisasi yang dilakukan BRI pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan itu adalah melalui fitur conversational banking bernama Sabrina, yakni chatbot berbasis AI yang mengubah cara BRI berinteraksi dengan nasabah.

"Banyak nasabah yang meskipun sudah familier dengan digital, tapi masih membutuhkan interaksi dengan manusia,” kata Arga.

Sabrina dikembangkan dengan menerapkan natural language processing (NLP) dan advanced analytics yang memungkinkannya untuk memahami percakapan dengan lebih baik. 

Untuk memastikan inklusivitas dan aksesibilitasnya, Sabrina juga diarahkan untuk mempelajari large language modelling (LLM) yang memungkinkannya mempelajari lebih banyak bahasa—sampai delapan bahasa daerah, seperti bahasa Jawa, Sunda, atau Minang—dengan efisiensi mencapai 12 persen lebih cepat untuk memahami pertanyaan atau perintah dalam bahasa daerah tersebut.

Pemanfaatan lainnya

BRI Tower. (Dok. BRI)

Related Topics