Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BI Longgarkan GWM, BCA Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Capai 12 Persen pada 2026
Gedung BCA Banjarmasin (commons.wikimedia.org/Ezagren)
  • BCA memproyeksikan pertumbuhan kredit melampaui kisaran target RBB 10-12 persen, didorong pelonggaran GWM Bank Indonesia.

  • Hingga September 2026, kredit BCA mencapai Rp1.063 triliun, tumbuh 12,6 persen, ditopang DPK Rp1.301 triliun dan dana murah CASA Rp1.103 triliun.

  • BI menurunkan GWM bank konvensional dari 9 persen menjadi 7 persen, serta bank dan unit syariah dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen, secara bertahap pada November-Desember 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproyeksikan penyerapan kredit melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) hingga menyentuh 12 persen (YoY) pada 2026, didorong pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) oleh Bank Indonesia secara bertahap mulai November 2026.

Direktur BCA, Vera Eve Lim, menyatakan penyesuaian ketentuan saldo rekening giro di bank sentral tersebut menambah likuiditas industri perbankan nasional, sehingga alokasi dana dapat ditujukan ke sektor kredit.

“Pelonggaran GWM sebesar 2 persen juga berdampak kepada BCA. Berdasarkan perhitungan terakhir, kami memperoleh pelonggaran sekitar 1 persen,” kata Vera dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/10).

Hingga September 2026, BCA membukukan penyaluran kredit Rp1.063 triliun atau tumbuh 12,6 persen secara tahunan. Penyaluran dana disebar ke sektor korporasi, komersial, serta usaha kecil dan menengah (UKM). Realisasi per kuartal III-2026 ini berada di atas kisaran target RBB 2026 yang ditetapkan pada rentang 10 persen hingga 12 persen.

Kinerja penyaluran kredit ditopang ketersediaan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 8 persen (YoY) mencapai Rp1.301 triliun. Komponen dana murah (CASA) mencatatkan kenaikan 10,4 persen menjadi Rp1.103 triliun.

Di sisi kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) BCA per kuartal III-2026 berada pada tingkat 1,8 persen. Manajemen memproyeksikan rasio NPL bertahan pada rentang 1,8 persen hingga 2 persen hingga akhir tahun, sejajar dengan penjagaan rasio net interest margin (NIM).

Kebijakan pelonggaran BI menyasar Bank Umum Konvensional (BUK), Bank Umum Syariah (BUS), dan Unit Usaha Syariah (UUS). GWM BUK diturunkan dari 9 persen menjadi 7 persen, melalui tahap 8 persen per 1 November 2026 dan 7 persen per 1 Desember 2026.

Sementara itu, GWM BUS dan UUS diturunkan dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen, melalui tahap 6,5 persen per 1 November 2026 dan 5,5 persen per 1 Desember 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article