Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

BTN Beberkan Rencana Bisnis di Luar KPR Demi Genjot Dana Murah

BTN Beberkan Rencana Bisnis di Luar KPR Demi Genjot Dana Murah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon L. P. Napitupulu usai meresmikan Gedung BTN Kantor Cabang Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
  • BTN memperluas bisnis di luar KPR untuk memperkuat penghimpunan dana murah dan meningkatkan pendapatan berbasis komisi di tengah persaingan likuiditas perbankan yang makin ketat.
  • Strategi BTN mencakup pemanfaatan ekosistem perumahan dari hulu ke hilir serta pengembangan layanan finansial seperti payroll, CMS, digital banking, dan pembiayaan modal kerja.
  • Transformasi BTN juga meliputi reposisi kantor cabang menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis serta ekspansi ke sektor non-perumahan seperti pendidikan, kesehatan, dan UMKM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Persaingan likuiditas yang kian ketat mendorong perbankan memutar strategi memperbesar penghimpunan dana murah, serta sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income). Dalam hal ini PT Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan sejumlah transformasi ekosistem bank.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, industri perbankan dituntut untuk adaptif dan tidak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis pada adu suku bunga tinggi (interest rate-driven funding). Sebaliknya, bank harus mampu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih luas dan terintegrasi.

"Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Nixon, Selasa (2/6).

Hingga April 2026, BTN mencatatkan pertumbuhan positif pada dana murah alias Current account dan savings account (CASA) secara konsolidasi tumbuh 8,20 persen secara tahunan per April 2026 dari Rp199,65 triliun pada April 2025 menjadi Rp216,02 triliun.

Untuk mengimplementasikan strategi penguatan CASA, bank plat merah tersebut memanfaatkan ekosistem perumahan yang selama ini menjadi kekuatan komparatif perseroan.

Ekosistem hulu ke hilir ini mencakup para pengembang (developer, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga seluruh jaringan usaha turunan yang terhubung dengan sektor real estat. Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan BTN tidak terbatas hanya pada kredit pemilikan rumah atau KPR.

Sejalan dengan itu, BTN memperluas portfofolio layanannya ke berbagai aktivitas finansial seperti layanan payroll, Cash Management System (CMS) untuk pengelolaan kas korporasi, layanan digital, pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha, serta penyediaan solusi keuangan terintegrasi bagi komunitas di dalam ekosistem tersebut.

Selain memperluas lini produk, transformasi ini juga mencakup aspek struktural operasional perseroan. BTN mendorong reposisi fundamental jaringan kantor cabangnya di berbagai daerah untuk diubah menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis.

Menurutnya, kantor cabang BTN tidak lagi hanya berfungsi secara pasif sebagai sales outlet atau tempat penjualan produk semata, namun keberadaannya akan menjadi wadah dalam akuisisi bisnis baru di daerah melalui pemetaan potensi wilayah, pembinaan komunitas usaha lokal, serta penciptaan sumber-sumber pertumbuhan baru yang berbasis pada karakteristik ekonomi ekosistem setempat.

"Langkah penyegaran ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) strategi jangka panjang BTN untuk memperkokoh struktur pendanaan bank, meningkatkan customer engagement, sekaligus mendiversifikasi serta memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi," ujarnya.

Terakhir, BTN juga menargetkan perluasan penetrasi ecosystem banking ke berbagai sektor strategis non-perumahan. Beberapa sektor potensial yang tengah dipacu formulasinya antara lain sektor pendidikan (sekolah dan universitas), sektor Kesehatan, pengembangan pelaku UMKM, serta berbagai komunitas bisnis lokal.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More