Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bullion Bank Kelola 153 Ton Emas Setahun, Prabowo: Belum Ada Yang Seperti Kita
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)
  • Bullion bank Indonesia mencatat pengelolaan 153 ton emas senilai sekitar Rp359 triliun pada tahun pertama operasionalnya, menunjukkan kinerja positif dan perkembangan ekosistem emas nasional.
  • Presiden Prabowo Subianto menilai pencapaian tersebut sebagai prestasi berskala dunia karena belum ada bullion bank lain yang mampu mencapai volume kelolaan sebesar itu dalam satu tahun.
  • Layanan bullion bank yang dijalankan Pegadaian dan BSI mencakup deposito, pembiayaan, penitipan, serta perdagangan emas, dengan BSI mengelola lebih dari 23 ton emas hingga Mei 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Bullion bank mencatat kinerja positif sepanjang tahun pertama operasionalnya dengan total pengelolaan 153 ton emas atau senilai US$20 miliar atau sekitar Rp359,07 triliun (kurs Rp17.953).

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menilai capaian tersebut mencerminkan perkembangan ekosistem emas nasional sejak layanan bullion bank diluncurkan. Ia optimistis nilai kelolaan emas akan terus meningkat seiring berkembangnya layanan tersebut.

"Kita berhasil mendirikan Bank Emas untuk pertama kali dalam sejarah, Indonesia punya Bank Emas Bullion yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," ungkap Prabowo dalam dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).

Menurut dia, belum ada bullion bank yang mencapai kelolan seperti bullion bank Indonesia dalam tahun pertama operasionalnya.

"Jadi kita ternyata diam-diam telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia. Saya kira boleh dicek, bank mana, bank emas mana yang mengelola 153 ton emas dalam 1 tahun," kata Prabowo.

Layanan bullion bank nasional sendiri diresmikan pada 26 Februari 2025 dan dijalankan oleh PT Pegadaian (Persero) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Layanan ini mencakup deposito emas, pembiayaan, penitipan, hingga perdagangan emas sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar keuangan domestik.

Sebagai salah satu pelaksana layanan tersebut, BSI terus memperluas bisnis bullion melalui layanan perdagangan, penitipan, dan simpanan emas. Hingga Mei 2026, perseroan dipercaya mengelola lebih dari 23 ton emas.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Sales and Distribution BSI sekaligus Sekretaris Jenderal Indonesian Bullion Market Association (IBMA), Anton Sukarna, mengatakan perseroan terus memperkuat edukasi investasi emas agar semakin mudah diakses masyarakat.

"Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa emas adalah salah satu investasi syariah yang aman dan memiliki nilai intrinsik value jangka panjang. Terlebih di tengah kondisi ekonomi dinamis, kami sudah menyiapkan beberapa langkah strategis agar emas bisa tetap bisa dijangkau seluruh kalangan," ujar Anton, Selasa (21/7).

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article