FINANCE

Strategi Diversifikasi Investasi untuk Optimalkan Keuntungan

Kurangi risiko, tingkatkan return

Strategi Diversifikasi Investasi untuk Optimalkan KeuntunganIlustrasi investasi (unsplash/@towfiqu999999)
06 June 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Istilah diversifikasi cukup familier terdengar di kalangan investor. Dalam dunia investasi, diversifikasi merupakan salah satu strategi yang banyak digunakan pada pembelian berbagai macam aset berharga.

Strategi tersebut dilakukan guna mengurangi potensi risiko kerugian dari satu aset. Selain itu, diversifikasi investasi juga berguna dalam mengoptimalkan imbal hasil atau return.

Lantas, apa sebenarnya Strategi Diversifikasi Investasi? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Pengertian diversifikasi

Dilansir Investopedia, diversifikasi adalah strategi manajemen risiko yang menciptakan perpaduan berbagai jenis investasi dalam suatu portofolio. 

Seorang investor atau perusahaan bisa membangun portofolio investasinya dengan campuran jenis aset demi menurunkan risiko.

Sederhananya, strategi diversifikasi investasi adalah salah satu metode yang dilakukan dengan menggabungkan berbagai macam jenis investasi dalam suatu portofolio.

Dalam melakukan diversifikasi investasi, prinsip utamanya adalah menghindari untuk menaruh seluruh investasi dalam satu instrumen saja.

Dengan memiliki beragam aset, investor bisa mengurangi dampak kinerja buruk pada satu investasi.

Jenis diversifikasi investasi

Strategi diversifikasi investasi meliputi beberapa jenis yang dapat Anda lakukan. Berikut beberapa jenis diversifikasi dalam investasi untuk portofolio Anda.

1. Diversifikasi kelas aset

Jenis diversifikasi satu ini dilakukan dengan berinvestasi pada berbagai macam kelas aset. Instrumen investasi ini dibedakan berdasarkan karakteristik produk seperti risiko dan likuiditas produk.

Sebagai investor, Anda bisa berinvestasi pada beberapa kelas aset, seperti uang tunai, saham, obligasi, properti, emas, dan komoditas. Dengan begitu, Anda bisa mengurangi ririko satu jenis aset tertentu.

2. Diversifikasi sektor

Diversifikasi sektor merupakan strategi investasi yang menempatkan dana pada berbagai sektor industri.

Alih-alih berinvestasi pada satu industri tertentu, Anda bisa menginvestasikan dana pada berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan, energi, perbankan, dan lain sebagainya. 

3. Diversifikasi mata uang

Seperti yang diketahui, mata uang merupakan aset yang rentan terhadap gejolak ekonomi. Untuk menghindari fluktuasi nilai tukar mata uang, Anda bisa menginvestasikan dana pada berbagai jenis mata uang.

4. Diversifikasi geografis

Selain mata uang, Anda bisa melakukan diversifikasi di berbagai wilayah geografis atau negara. Hal tersebut juga bertujuan untuk mengurangi risiko ketidakpastian ekonomi dan politik di satu wilayah tertentu.

5. Diversifikasi waktu

Untuk mengoptimalkan keuntungan dan mengurangi risiko, Anda bisa menempatkan dana investasi pada beberapa instrumen yang memiliki jangka waktu yang berbeda.

Related Topics