Jakarta, FORTUNE - Bank Jago menambah fitur baru melalui portfolio investasi untuk meningkatkan pengalaman nasabah.
Irene Santoso, Head of Digital Lending Business Bank Jago mengatakan seiring meningkatnya kebutuhan dan literasi nasabah dalam pengelolaan keuangan, Bank Jago melihat ada kebutuhan nasabah untuk melihat semua rincian portofolio investasi dalam satu tampilan.
Melalui layanan ini, nasabah dapat memantau total aset atau nilai kekayaan bersih secara terintegrasi karena aplikasi Jago telah terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta platform investasi mitra seperti Bibit dan Stockbit.
"Asetnya dikonsolidasikan, termasuk yang berada di platform berbeda. Jadi itu memberikan informasi yang benar-benar supaya customer bisa mengetahui seluruh aset ataupun total net worthnya," katanya dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Jumat (17/4).
Irene mengatakan, fitur ini diperkenalkan juga seiring meningkatnya jumlah pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi Bibit dan Stockbit, tumbuh 38,2 persen secara tahunan per 31 Desember 2025. Dari sisi komposisi investasi, reksa dana menjadi instrumen terbesar dengan porsi 44%, diikuti saham 42 persen, dan obligasi 14 persen.
Persrroan berharap, fitur baru ini semakin menarik nasabah dan mendorong kenaikan jumlah pengguna, yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan kinerja keseluruhan.Meski demikian perusahaan tidak mengungkapkan target tertentu seperti nasabah yang diakuisisi setelah adanya fitur baru ini.
Selain itu, Bank Jago memiliki itur kantong yang memungkinkan pengguna memisahkan dana ke berbagai pos sesuai tujuan keuangan. Konsep ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang membagi uang ke dalam amplop atau wadah berbeda sesuai kebutuhan.
Irene menyebut pendekatan tersebut efektif mendorong pengguna lebih disiplin dalam mengatur uang dan mencapai target keuangan. Hingga Maret 2026, tercatat sekitar 43,2 juta kantong telah digunakan oleh 15,2 juta pengguna, atau rata-rata hampir tiga kantong per pengguna.
Dari berbagai jenis kantong yang tersedia, kantong pengeluaran menjadi fitur yang paling banyak dimanfaatkan, terutama untuk kebutuhan harian seperti makanan, jajan, dan pengeluaran rutin lainnya.
Dengan dukungan teknologi machine learning, sistem di aplikasi Jago dapat mengelompokkan transaksi secara otomatis, sekaligus memberi fleksibilitas bagi nasabah untuk menyesuaikan kategori sesuai kebutuhan.
