Jakarta, FORTUNE – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mengusulkan pergantian nama dan logo perusahaan menjadi PT Bank MUFG Danamon Tbk (Bank MUFG Danamon) sebagai wujud integrasi dengan MUFG Bank, Ltd. Kantor Cabang Jakarta (MUFG Indonesia). Keputusan ini telah mengantongi persetujuan dari pemegang saham, kementerian terkait, serta regulator yang berwenang atas integrasi entitas tersebut.
Bank hasil integrasi tersebut dijadwalkan beroperasi menggunakan nama dan logo baru mulai tanggal efektif integrasi. Penyatuan ini menggabungkan rekam jejak operasional Danamon selama 70 tahun di pasar domestik dengan jaringan serta keahlian global MUFG.
Dalam keterangan resmi, Executive Officer, Country Head of Indonesia, MUFG Bank, Ltd., Kenji Sato, menyatakan pengusulan nama dan logo baru mencerminkan komitmen induk perusahaan dalam menciptakan nilai tambah melalui penyatuan kekuatan kedua institusi.
“Kombinasi ini akan memperkuat kemampuan kami dalam melayani nasabah dengan lebih baik, mendukung karyawan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan Indonesia,” kata Kenji.
Integrasi ini berawal dari niat MUFG Bank menyatukan kantor cabangnya di Indonesia dengan anak perusahaannya, Danamon, guna membentuk satu bank terintegrasi berbadan hukum Indonesia.
Proses penggabungan ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 41/POJK.03/2019 tentang penggabungan, peleburan, pengambilalihan, integrasi, dan konversi bank umum. Pihak perseroan telah mengumumkan rencana integrasi ini pada 11 Mei 2026.
Selama proses administratif dan persetujuan akhir berlangsung, kegiatan operasional Danamon maupun MUFG Indonesia dipastikan tetap berjalan normal tanpa perubahan. Kedua entitas masih beroperasi secara terpisah.
Nasabah dari kedua bank dapat terus melakukan transaksi serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan seperti biasa, tanpa ada penyesuaian pada jam operasional maupun jaringan kantor. Seluruh hubungan kontraktual dengan pihak ketiga—termasuk mitra usaha, vendor, kontraktor, dan perusahaan alih daya—tetap berlaku dan mengikat secara hukum.
Proses integrasi ini didukung oleh fondasi keuangan yang kokoh dari kedua lembaga. Sepanjang semester I-2026, Danamon membukukan laba bersih Rp2,4 triliun, tumbuh 33 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang naik 12 persen (YoY) menjadi Rp230,1 triliun.
Total aset konsolidasian Danamon mencapai Rp301,3 triliun, sedangkan total aset MUFG Indonesia mencapai Rp209,9 triliun per Juni 2026.
