Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Kesalahan Psikologis yang Membuat Investor Rugi
ilustrasi investasi rugi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Ada beberapa kesalahan psikologis umum dapat menyebabkan kerugian investasi, seperti FOMO, panic selling, dan overconfident bias.

  • Kesalahan tersebut muncul karena keputusan diambil berdasarkan emosi atau keyakinan pribadi tanpa analisis rasional.

  • Investor disarankan menyusun strategi terstruktur, menerapkan aturan stop loss dan target profit, serta fokus pada tujuan jangka panjang dengan evaluasi berkala.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemampuan menganalisis pasar memang sangat dibutuhkan seorang investor. Namun, keterampilan mengelola emosi juga tidak kalah penting karena faktor psikologi dapat memengaruhi setiap keputusan yang diambil.

Dalam banyak kasus, kerugian yang dialami investor justru berasal dari faktor psikologi, seperti bias kognitif dan emosional. Investor rentan melakukan kesalahan yang dapat mengurangi potensi keuntungan hingga menimbulkan kerugian jangka panjang.

Berikut kesalahan psikologi yang membuat investor rugi dan sebaiknya dihindari untuk mengurangi risiko investasi.

Daftar kesalahan psikologis yang membuat investor rugi

1. Fear of Missing Out (FOMO)

Perkembangan dunia investasi modern mendorong banyak orang mulai berinvestasi. Fenomena ini sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Hasilnya, pembelian aset hanya sekadar ikut tren karena takut ketinggalan keuntungan besar.

Kesalahan psikologis yang membuat investor rugi ini banyak ditemui di tengah dinamika pasar. Investor lebih rentan mengambil keputusan secara terburu-buru, sering kali membeli di puncak harga tanpa analisis mendalam.

2. Panic selling

Fluktuasi ekstrem kerap menimbulkan kekhawatiran harga terus merosot, terutama saat pasar sedang turun tajam dalam waktu singkat. Tidak sedikit investor langsung melakukan panic selling atau menjual asetnya tanpa pertimbangan matang.

Penjualan aset secara terburu-buru tidak selalu merugikan, tetapi tindakan psikologi investasi ini banyak berdampak negatif. Investor cenderung mengambil keputusan berdasarkan emosi, bukan analisis yang rasional.

3. Confirmation bias

Kemudahan mengakses informasi membantu investor memantau tren pasar dan kondisi ekonomi. Tanpa kemampuan mengelola informasi dengan baik, kondisi ini dapat berujung pada kesalahan psikologis investasi yang merugikan.

Investor mudah terjebak dalam conformation bias atau bias konfirmasi. Kebiasaan ini membuat seseorang hanya mencari dan memercayai informasi yang mendukung keyakinan atau keputusan sendiri, serta mengabaikan sudut pandang lain.

Fortune Investment Forum.png


Menghindari confirmation bias hanyalah salah satu langkah untuk menjadi investor yang lebih rasional. Agar mampu mengambil keputusan berdasarkan analisis yang komprehensif, investor juga perlu memahami dinamika pasar dan strategi investasi dari para ahli.

Fortune Investment Forum 2026 menghadirkan diskusi bersama investor dan pelaku industri mengenai prospek ekonomi serta strategi menyusun portofolio di tengah perubahan kondisi pasar.

Dapatkan insight langsung dari investor, ekonom, dan pelaku industri terkemuka di Fortune Investment Forum 2026. Pelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, obligasi, kripto, hingga private capital untuk membantu mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari para investment expert

  • Pembahasan tren ekonomi dan investasi global

  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri

  • Akses materi dan rekaman sesi (sesuai jenis tiket)

  • Kesempatan mengikuti sesi tanya jawab eksklusif (VIP).

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Investment Forum 2026

4. Anchoring bias

Kesalahan psikologis yang membuat investor rugi berikutnya adalah anchoring bias, kesalahan ketika investor terlalu terpaku pada harga atau informasi tertentu sebagai acuan utama pengambilan keputusan.

Bias ini sering dialami investor pemula yang belum memahami bahwa kondisi pasar dapat berubah seiring munculnya informasi baru. Akibatnya, investor enggan menyesuaikan strategi investasinya.

Sebagai contoh, tetap mempertahankan saham karena berharap harganya kembali ke level pembelian, meskipun kondisi fundamental perusahaan atau prospek pasar telah berubah.

5. Overconfidence bias

Overconfidence bias merupakan salah satu kesalahan psikologis yang sering membuat investor mengalami kerugian. Bias ini terjadi ketika investor terlalu percaya diri terhadap kemampuan analisis atau prediksinya, sehingga cenderung mengabaikan risiko yang ada.

Akibatnya, investor dapat mengambil keputusan yang terlalu agresif, seperti melakukan transaksi secara berlebihan (overtrading) atau mengalokasikan dana terlalu besar pada satu aset. Jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko kerugian dan mengganggu kesehatan finansial dalam jangka panjang.

6. Sunk cost fallacy

Sunk cost fallacy adalah bias psikologis yang membuat investor enggan melepas aset yang terus merugi hanya karena sudah mengeluarkan banyak uang, waktu, atau tenaga. Padahal, keputusan investasi seharusnya didasarkan pada prospek aset ke depan, bukan pada biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu.

Jika terus mempertahankan aset yang fundamentalnya memburuk, investor berisiko mengalami kerugian yang lebih besar. Karena itu, penting untuk mengevaluasi investasi secara objektif dan tidak membiarkan keputusan dipengaruhi oleh biaya yang sudah tidak dapat dipulihkan (sunk cost).

Cara mengendalikan emosi saat berinvestasi

Faktor psikologis dalam investasi memegang peran krusial dalam pengambilan keputusan. Agar terhindar dari kesalahan psikologis, berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:

  • Menyusun strategi investasi secara terstruktur sebagai panduan

  • Terapkan aturan stop loss dan target profit agar keputusan diambil berdasarkan logika

  • Lakukan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko investasi

  • Hindari berinvestasi di luar kemampuan finansial dan profil risiko

  • Fokus pada tujuan jangka panjang agar tidak terpengaruh tren sesaat

  • Jadwalkan evaluasi secara berkala.

Itu dia beberapa kesalahan psikologis yang membuat investor rugi beserta cara mengendalikan emosi. Pada akhirnya, pengendalian emosi yang baik menjadi bagian penting dalam membangun portofolio keuangan.

FAQ seputar kesalahan psikologis yang membuat investor rugi

Apa saja kesalahan investasi secara emosional?

Emosi seperti rasa takut, keserakahan, dan kepanikan sering kali memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang.

Apa saja kesalahan psikologis utama dalam investasi?

Ada beberapa jebakan psikologis yang umum dan banyak dijumpai, yaitu FOMO, menghindari kerugian, terlalu percaya diri, dan terlalu percaya pada sentimen pasar.

Mengapa jebakan mental ini sangat berbahaya?

Bias psikologis dapat membuat keputusan investasi menjadi spekulatif karena didorong oleh emosi. Akibatnya, investor sering melakukan transaksi di waktu yang kurang tepat dan menyebabkan kerugian finansial.

Editorial Team

Related Article