Comscore Tracker
FINANCE

Asuransi Simas Kolaborasi Dengan Insurtech Fuse Untuk Tekan Klaim

Kolaborasi diklaim berdampak positif ke penjualan produk.

Asuransi Simas Kolaborasi Dengan Insurtech Fuse Untuk Tekan KlaimIlustrasi insurtech. (Shutterstock/Panchenko Vladimir)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Kerja sama antara perusahaan asuransi dengan insurance technology memungkinkan strategi produk dan layanan yang lebih efisien dan optimal. Dengan dibantu teknologi informasi, banyak cara untuk menjangkau nasabah lewat saluran digital.

PT Asuransi Simas Insurtech tergolong sebagai pelopor dalam mengadopsi teknologi digital untuk layanan. Entitas bagian dari Sinar Mas Group ini menggelar kerja sama dengan insurtech Fuse untuk mendorong bisnis.

Menurut CEO Simas Insurtech, Teguh Aria Djana, kerja sama dengan insurtech Fuse ini telah dilakukan sejak 2020. Kala itu, Simas Insurtech memutuskan untuk memilih Fuse sebagai satu-satunya partner insurtech.  Fuse pun dilabeli sebagai partner Titanium.

“Saat ini, Fuse telah menjadi partner penting karena memberikan kontribusi volume bisnis yang cukup besar bagi Simas Insurtech,” kata Teguh dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (5/7). Namun, perusahaan tak menyebutkan angka kontribusi dimaksud.

Menurutnya, teknologi informasi yang berkembang pesat memang memberikan banyak perubahan, termasuk cara asuransi didistribusikan kepada nasabah. Namun, katanya, membangun platform teknologi sebagai saluran distribusi asuransi membutuhkan banyak biaya, waktu dan tenaga..

"Di era ekonomi digital, kolaborasi dengan insurtech adalah pilihan bijak bagi kami. Kami tidak hanya menghemat biaya investasi teknologi kami, tetapi juga mencapai volume bisnis yang cukup besar dari kemitraan kami," ujarnya.

Asuransi Simas Insurtech menyatakan diri sebagai perusahaan asuransi digital pertama di Indonesia. Didirikan pada 2014, perseroan telah diklaim hadir sebagai perusahaan asuransi digital terkemuka. Simas Insurtech menyediakan sejumlah produk asuransi, seperti asuransi kendaraan, asuransi rumah, dan asuransi perjalanan.

Kerja sama data

Ilustrasi Asuransi

Fuse membawa banyak ide dan konsep segar untuk produk asuransi baru, serta strategi untuk meningkatkan adopsi dan konversi, kata Teguh. Platform teknologi yang dikembangkan insurtech tersebut tergolong aman dan sangat terukur dalam mengelola asuransi secara spontan dan masif. Di sisi lain, integrasi dan sinkronisasi data dapat dilakukan tanpa repot dengan cara yang cepat.

“Fuse memiliki teknologi big data yang bisa memetakan profil risiko sesuai portofolio yang ditentukan oleh Simas Insurtech,” ujarnya. Menurutnya, pemanfaatkan teknologi ini membantu meningkatkan volume penjualan asuransi kendaraan bermotor, meski tak menyebutkan angkanya. Di sisi lain, rasio klaim berhasil ditekan menjadi 25 persen.

Co-founder dan Chief Operating Officer (COO) Fuse, Ivan Sunandar, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk mengembangkan teknologi terbaru demi mengaktifkan ekosistem asuransi, terutama untuk mitra seperti perusahaan asuransi. Itulah sebabnya perseroan meluncurkan program kemitraan Titanium Insurance.

Mulai tahun ini, kata Ivan, Fuse memanfaatkan teknologi data untuk menganalisis dan membantu mitra asuransi dalam memproses klaim. “Kami senang memberikan added value bagi Simas Insurtech dan semoga kami dapat membantu lebih banyak perusahaan asuransi untuk mengurangi rasio klaim di masa mendatang,” ujarnya.

Didirikan pada 2017, Fuse menghadirkan platform teknologi mobile untuk mengubah kanal distribusi asuransi demi meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan. Insurtech tersebut sempat mengeklaim tahun lalu membukukan premi mencapai Rp1,5 triliun.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memandang insurtech memiliki sejumlah keunggulan untuk ikut membantu kinerja industri asuransi. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, dalam sebuah media gathering di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/6), mengatakan kehadiran insurtech ini memungkinkan perluasan jangkauan ke masyarakat luas via kanal distribusi daring.

Related Articles