Comscore Tracker
FINANCE

Usai Diakuisisi, Adira Berubah Jadi Zurich Asuransi Indonesia

Perusahaan optimistis pasar asuransi Indonesia prospektif.

Usai Diakuisisi, Adira Berubah Jadi Zurich Asuransi IndonesiaPeresmian nama Zurich Asuransi Indonesia. Dok/Zurich Asuransi Indonesia

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) resmi mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi Zurich Asuransi Indonesia. Transformasi ini terjadi setelah perusahaan asuransi umum tersebut diakusisi Zurich Insurance Group.

Sebagai informasi, Zurich Insurance Group pada Desember 2019 mengakuisisi 80 persen saham Adira Insurance dari kepemilikan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Zurich Insurance merupakan perusahaan yang menyediakan berbagai produk asuransi, mulai dari umum dan jiwa, serta sudah beroperasi di ratusan negara.

Direktur Utama Zurich Asuransi Indonesia, Hassan Karim, mengatakan perusahaan dalam dua tahun terakhir bekerja keras mengintegrasikan sistem, keahlian, dan tim untuk melakukan rebranding. Dia menyebut, rebranding ini juga merupakan simbol kekuatan baru dalam pasar asuransi di Indonesia.

Pasar Indonesia prospektif

Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Zurich, kata Hassan dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (5/11). Itu bisa ditengok dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan pendapatan premi asuransi umum tumbuh 1,73 persen secara tahunan menjadi Rp50,16 triliun.

OJK juga mencatat bahwa pendapatan premi asuransi terus meningkat sepanjang tahun kedua pandemi (2021). Hal ini mengindikasikan industri asuransi umum menyimpan peluang menjanjikan ke depannya seiring pemulihan ekonomi.

“Kami lahir kembali dengan pendekatan yang modern dan customer-centric untuk mendampingi dan memberikan perlindungan bagi masyarakat di Indonesia. Sebagai pemain 5 besar, kami percaya bahwa industri asuransi umum Indonesia memiliki potensi yang fenomenal,” katanya.

Laporan keuangan Zurich Asuransi Indonesia menunjukkan, pada kuartal ketiga 2021 aset perseroan mencapai Rp7,56 triliun, atau tumbuh 1,1 persen secara tahunan. Namun, pendapatan premi bersihnya turun 7,6 persen menjadi Rp1,05 triliun. Laba komprehensif juga turun 26,2 persen menjadi Rp106,45 miliar.

Meski begitu, daya tahan Zurich Asuransi masih baik, tercermin dari rasio pencapaian sebesar 401 persen. Jumlah itu jauh di atas ketentuan regulator yang sebesar 120 persen.

Siapkan produk

Sementara itu, Chief Technical Officer Zurich Asuransi Indonesia, Rismauli Silaban, dalam kesempatan sama mengatakan perusahaan siap menyusun beragam solusi dan layanan yang inovatif. Solusi tersebut akan diperkuat melalui optimalisasi kekuatan digital serta analisis data perseroan.

Zurich telah menyiapkan produk asuransi seperti Zurich Travel Insurance. Layanan tersebut menawarkan proteksi menyeluruh untuk perjalanan domestik maupun internasional dengan berbagai manfaat perlindungan.

“Saat kami bersatu, fokus kami adalah untuk terus melayani pelanggan dengan produk terbaik di kelasnya. Zurich Asuransi Indonesia siap merancang beragam solusi dan layanan yang inovatif, hasil integrasi dua kekuatan besar di industri asuransi,” kata Rismauli.

Related Topics

Related Articles