Soft landing dan hard landing bisa dikatkan sebagai dua kondisi yang saling bertolak belakang. Berikut beberapa perbedaan soft landing dan hard landing yang perlu dipahami.
Skenario ekonomi soft landing berhasil diwujudkan dengan menaikkan suku bunga terukur, sehingga inflasi tetap terkendali. Sebaliknya, pengendalian inflasi hard landing dilakukan secara agresif melalui pengetatan moneter.
Soft landing menunjukkan perlambatan ekonomi yang bergerak ke arah positif dan stabil. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi justru jatuh hingga negatif dalam hard landing.
Pada skenario soft landing, tingkat pengangguran tetap stabil dan kondisi pasar tenaga kerja solid. Hard landing ditandai dengan lonjakan tajam pada jumlah pengangguran akibat PHK massal.
Dari sisi dampaknya, soft landing cenderung positif dan stabil. Pasar saham dan kegiatan bisnis tetap bertahan tanpa tekanan berat.
Hard landing dapat berdampak signifikan pada ekonomi. Pasar modal berpotensi anjlok dan aksi jual saat investor memilih untuk mengalihkan dana ke aset lindung nilai. Pelaku bisnis juga berisiko bangkrut karena ekonomi melemah.
Fase transisi soft landing biasanya berlangsung lebih cepat karena stabilitas ekonomi terjaga. Sebaliknya, hard landing membutuhkan waktu dan dukungan stimulus besar demi menuju kondisi yang lebih stabil.
Jadi, itulah pengertian dan perbedaan soft landing dan hard landing. Soft landing menggambarkan perlambatan ekonomi yang berlangsung secara bertahap tanpa memicu resesi.
Di satu sisi, hard landing terjadi ketika pengetatan suku bunga terlalu agresif sehingga menyebabkan kontraksi ekonomi atau resesi.
Apa perbedaan antara soft landing dan hard landing? | Soft landing adalah perlambatan ekonomi secara terkendali demi demi menurunkan laju inflasi tanpa memicu resesi. Sebaliknya, hard landing adalah penurunan aktivitas ekonomi yang tajam dan mendadak, yang sering kali menyebabkan resesi. |
Apa saja indikator utama yang dipantau untuk membedakan keduanya? | Perbedaan antara soft landing dan hard landing ditentukan oleh tiga indikator utama, yaitu pertumbuhan PDB, tingkat pengangguran, dan inflasi. |
Mengapa soft landing sulit dicapai oleh bank sentral? | Ada beberapa alasan kondisi tersebut sulit tercapai, seperti adanya jeda waktu kebijakan, tantangan mengukur momentum ekonomi secara akurat, dan risiko mempercepat resesi. |