ilustrasi merencanakan keuangan (pexels.com/www.kaboompics.com)
Banyak orang mencari langkah konkret yang bisa langsung diterapkan, terutama saat menerima gaji dan THR. Berikut ini adalah cara melakukan perencanaan keuangan jelang Idulfitri yang praktis dan aplikatif.
1. Hitung total pemasukan termasuk THR
Langkah pertama adalah mengetahui angka pasti pemasukan Anda. Catat berapa gaji bersih yang diterima dan berapa nominal THR yang akan masuk.
Keputusan belanja harus didasarkan pada angka riil, bukan asumsi. Jika Anda memperkirakan THR “sekitar segini”, risiko over budget akan lebih besar. Dengan angka yang jelas, Anda bisa membuat perencanaan keuangan jelang Idulfitri secara lebih terukur.
2. Tentukan prioritas pengeluaran wajib
Prioritaskan pengeluaran yang sifatnya wajib, seperti zakat, kebutuhan pokok, cicilan, dan biaya transportasi mudik. Kebutuhan ini harus ditempatkan di urutan pertama sebelum memikirkan belanja tambahan.
Dalam konteks perencanaan keuangan jelang Idulfitri, memahami prioritas membantu Anda menghindari situasi di mana uang habis untuk belanja konsumtif, sementara kewajiban utama belum terpenuhi.
3. Buat pembagian persentase anggaran
Cara mengatur THR jelang Lebaran yang efektif adalah dengan membagi anggaran dalam bentuk persentase. Misalnya:
40 persen untuk kewajiban dan kebutuhan pokok
20 persen untuk tabungan dan dana darurat
25 persen untuk kebutuhan Lebaran (baju, kue, hampers)
15 persen untuk hiburan dan keperluan tambahan
Angka ini bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Yang terpenting, ada batas yang jelas sehingga pengeluaran tidak melebar.
4. Siapkan dana khusus mudik dan keluarga
Mudik sering menjadi pos pengeluaran terbesar. Oleh karena itu, sebaiknya buat dana khusus mudik yang terpisah dari tabungan rutin.
Apakah perlu dana khusus mudik? Jawabannya, ya. Dengan pos terpisah, Anda tidak perlu mengambil dana darurat atau tabungan jangka panjang hanya untuk biaya perjalanan dan oleh-oleh keluarga.
5. Sisihkan untuk tabungan dan dana darurat
Salah satu kesalahan umum adalah menabung dari “sisa uang”. Padahal, dalam perencanaan keuangan jelang Idulfitri, tabungan harus dialokasikan di awal.
Setelah Lebaran, kebutuhan rutin seperti listrik, sekolah anak, dan cicilan tetap berjalan. Jika tidak ada cadangan, Anda berisiko mengalami defisit di bulan berikutnya.
6. Batasi belanja diskon dan promo Ramadan
Promo Ramadan memang menggoda. Diskon besar sering membuat orang membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Tips mengelola keuangan saat Ramadan adalah membuat daftar belanja dan disiplin terhadapnya. Hindari belanja impulsif hanya karena label “diskon” atau “flash sale” agar tidak over budget.