Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Persaingan Bank Ketat, BPR Tawarkan Bunga Deposito 6% Untuk Jaring DPK
Ilustrasi suku bunga bank naik (pexels.com/Monstera Production )
  • Pertumbuhan dana pihak ketiga BPR dan BPRS hanya naik 3,16% yoy menjadi Rp165,49 triliun per Maret 2026, mencerminkan ketatnya persaingan dalam menghimpun dana masyarakat.
  • BPR menawarkan bunga deposito hingga 6% per tahun dengan perlindungan LPS maksimal Rp2 miliar per nasabah, menarik minat masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti.
  • Optimalisasi kanal digital dinilai penting agar BPR dapat memperluas jangkauan pasar dan memudahkan nasabah membandingkan produk deposito secara praktis melalui platform daring seperti Komunal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Persaingan perbankan dalam menjaring danamurah tidak hanya dirasakan bank umum, tetapi juga industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) industri BPR dan BPRS yang relatif terbatas.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana pihak ketiga (DPK) industri BPR dan BPRS hanya tumbuh 3,16 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp165,49 triliun pada Maret 2026.

Senior Marketing Manager DepositoBPR by Komunal, R. Anggoro Putro Wibowo mengatakan salah satu tantangan penghimpunan DPK ini adalah perubahan perilaku nasabah yang tidak hanya mempertimbangkan faktor keamanan, tetapi juga kemudahan akses dalam memilih produk simpanan.

​“Kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin menempatkan dana pada instrumen yang stabil dengan proses yang praktis dan transparan," ujar Anggoro, Jumat (5/6).

Di saat yang sama, industri masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global. Walhasil, produk deposito pun masih menjadi salah satu instrumen yang diminati sebagian masyarakat untuk menyimpan dana.

Anggoro mengatakan, produk simpanan ini di BPR memiliki sejumlah keunggulan, seperti tingkat bunga yang kompetitif sekitar 6 persen per tahun dan relatif aman karena didukung perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.

​Dengan tingkat inflasi nasional yang relatif terkendali, lanjut Anggoro, instrumen dengan return stabil seperti deposito BPR dinilai dapat membantu menjaga daya beli dana masyarakat sekaligus memberikan kepastian imbal hasil sesuai tenor yang dipilih.

"Pilihan tenornya fleksibel mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan atau lebih, instrumen ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dana terencana maupun pengelolaan kas jangka pendek hingga menengah. Karena itu, deposito adalah strategi portofolio yang lebih sehat dan seimbang," ujar Anggoro.

Meski demikian, Anggoro menekankan strategi tersebut perlu dibarengi dengan optimalisasi digital pada masing-masing BPR agar memperluas jangkauan pasar. Menurutnya, kanal digital memungkinkan calon nasabah membandingkan berbagai pilihan produk secara lebih mudah tanpa harus mendatangi kantor cabang.

"Akses digital membuat masyarakat dapat membandingkan pilihan deposito sesuai kebutuhan finansial mereka dengan lebih mudah," ujarnya.

Seiring berkembangnya layanan digital di sektor keuangan, sejumlah produk deposito BPR kini dapat diakses melalui platform daring seperti melalui platform seperti Komunal yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai pilihan BPR di Indonesia.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article