Comscore Tracker
FINANCE

OCBC NISP Salurkan Kredit Rp724 miliar ke Rukita 

Rukita sediakan skema pembiayaan rumah indekos.

OCBC NISP Salurkan Kredit Rp724 miliar ke Rukita Ilustrasi OCBC NISP/ farzand01 / Shutterstock.com

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Bank OCBC NISP (OCBC NISP) menggandeng perusahaan pengelola hunian jangka panjang Rukita dalam penyaluran kredit senilai Rp724 miliar. 

Kerja sama ini menyediakan kemudahan berbisnis co-living bagi generasi muda melalui program #TinggalHitungUntung. Kampanye ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya para investor muda untuk memulai berinvestasi di bisnis co-living atau indekos dengan mudah, aman.

Sediakan skema pembiayaan rumah indekos

ketahui cara membeli rumah

Head of Retail Loan Business Bank OCBC NISP, Heriwan Gazali mengatakan, dengan program tersebut para investor muda dapat merasakan skema pembiayaan rumah indekos yang fleksibel dan dapat mereka kendalikan. 

"Karena saldo giro nasabah akan diperhitungkan sehingga jangka waktu kredit dapat menjadi lebih pendek dari yang direncanakan di awal. Untuk itu, semakin banyak saldo giro, maka secara otomatis mengurangi beban cicilan serta bunga pinjaman mereka," jelas Heriwan melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (2/9). 

Dalam kerjasama ini, Rukita juga bisa membantu mengubah properti tersebut menjadi unit rental. Dimulai dari renovasi properti hingga mengoperasikannya sebagai bisnis co-living menjanjikan. 

Para nasabah dalam program ini akan langsung mendapatkan layanan dari Rukita dalam hal desain interior bangunan, pemasaran properti, pemeliharaan properti, dan manajemen operasional bisnis co-living.   

Rukita telah layani 300 properti

Sabrina Soewatdy selaku CEO dan Co-founder Rukita menjelaskan bahwa Rukita sebagai market leader di industri teknologi properti di Indonesia berhasil menunjukkan pertumbuhan bisnis dan ekspansi yang sangat pesat hanya dalam kurun waktu tiga tahun berdiri. 

Saat ini, Rukita berhasil melayani lebih dari 300 properti di 165 lokasi di Indonesia. Selain itu, tercatat lebih dari 1 juta kamar di seluruh Indonesia yang sudah bekerja sama di ekosistem Rukita dengan jutaan pengguna platform setiap bulannya.   

“Dalam tiga tahun ini, meski diterpa pandemi, Rukita justru menunjukkan pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan didorong oleh meningkatnya permintaan pasar. Untuk itu, kami senang sekali berkolaborasi dengan OCBC NISP,” jelas Sabrina. 

Sesuai dengan target di tahun 2022, jelas Sabrina, Rukita akan melakukan ekspansi besarbesaran di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, Rukita sudah memperluas jangkauan yang semula di Jadetabek, kini telah hadir di Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, dan Medan. 

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memperluas bisnis hingga ke wilayah Indonesia bagian Timur. Sabrina menambahkan, nasabah yang mengikuti program ini, dapat mempercayakan pengelolaan properti mereka ke Rukita dan tidak perlu repot untuk mengurusi manajemen properti.

Tren bisnis co-living di Indonesia saat ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan sejalan dengan permintaan pasar dari Milenial yang juga meningkat bahkan di masa pandemi. Survei Indonesia Property Watch (IPW) tahun 2020 menunjukkan sebanyak 47,4 persen milenial lebih memilih tinggal di coliving, 47,1 persen memilih tinggal di apartemen, dan sisanya memilih tinggal di kediaman keluarga atau saudara. 

Ini cara proses pengajuan pembiayaan

Proses pengajuan program tersebut juga memudahkan pengguna ataupun nasabah. Pertama, pengguna cukup mendaftar dengan mengisi formulir di website resmi Rukita pada ocbcnisp.rukita.co. 

Kemudian, tim Rukita & Bank OCBC NISP akan melakukan penilaian untuk memutuskan apakah pengguna memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman. Jika dinyatakan lulus verifikasi, maka pengguna akan langsung menandatangani kontrak pinjaman dengan Bank OCBC NISP dan kontrak manajemen dengan Rukita. 

Setelah itu, pengguna dapat menyelesaikan proses administrasi jual beli sampai dengan dilakukan akad kredit, dan selanjutnya Rukita akan menyiapkan gedung untuk disewakan, mengelola operasionalnya, dan pengguna dapat mengalihkan pendapatannya untuk membayar cicilan.

Related Articles