Comscore Tracker
FINANCE

Sejumlah Bank gelar Rights Issue, Ini yang Paling Menarik

Ini 3 rekomendasi saham yang menarik untuk dikoleksi

Sejumlah Bank gelar Rights Issue, Ini yang Paling MenarikANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE – Sejumlah bank tercatat aktif melakukan penambahan modal melalui rights issue dengan menerbitkan saham baru. Upaya tersebut dilakukan salah satunya untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemenuhan modal di 2022.

Sebut saja Amar Bank yang menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 20 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar. Ada juga aksi korporasi Bank Banten yang akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 23,39 miliar saham baru seri C dengan nominal Rp 50 per saham.

Selain itu ada juga aksi right issue dari KB Bukopin yang menjajakan 35,21 miliar saham kelas B dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham. Dari sisi bank digital terdapat aksi rights issue dari Bank Raya hingga Bank NeoCommerce serta bank lainnya.

Di tengah banyaknya emiten bank yang melakukan aksi korporasi rights issue, Analis Pilarmas Investindo Okie Setya Ardiastama mengimbau para investor calon pembeli untuk mengamati kinerja dari setiap bank.

“Investor perlu mencermati strategi dari manajemen guna meningkatkan nasabah. Saat ini bank digital cukup masif dalam melakukan ekspansi, terlebih mereka menarik perhatian investor dengan penawaran seperti bunga tinggi dan juga berbagai kemudahan,” kata Okie kepada Fortune Indonesia, Senin (13/12).

Okie pun menilai, saham bank-bank digital masih sangat layak untuk dikoleksi dan berpotensi terus meningkat. Seperti halnya Bank Raya (AGRO), KB Bukopin (BBKP) hingga Bank Neo Commerce (BBYB).

“Saat ini kami melihat AGRO, BBKP dan BBYB cukup menarik melihat permodalan dan ekosistem perbankan yang cukup kuat,” kata Okie.

Bank Raya Rights Issue Rp1,15 triliun

Berdasarkan keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Raya akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai Rp1,15 triliun. Jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak 1,05 miliar lembar saham dengan nilai nominal saham baru sebesar Rp100 per saham.  Adapun harga pelaksanaan HMETD ditetapkan sebesar Rp1.100 per saham.

Berdasarkan prospektus rights issue tersebut, tercatat BRI sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 85,7 persen pada saham perseroan akan mengeksekusi seluruh haknya dalam rights issue ini. Sedangkan BRI Danareksa Sekuritas akan menjadi pembeli siaga dalam rights issue ini.

Dalam keterangan tersebut, penggunaan dana rights issue bakal digunakan untuk penguatan permodalan terutama sebagai modal kerja dalam rangka penyaluran dana berbentuk kredit berbasis digital.

Untuk periode perdagangan rights issue sendiri dijadwalkan pada 2 Desember 2021 sampai dengan 8 Desember 2021. Sedangkan untuk tanggal akhir pembayaran pesanan efek tambahan pada 10 Desember 2021.  Adapun periode penyerahan efek pada 6 Desember sampai dengan 10 Desember 2021. Tanggal penjatahan pada 13 Desember 2021 dan tanggal pengembalian kelebihan uang pesanan pada 15 Desember 2021.

Rights Issue KB Bukopin

Sementara itu, KB Bukopin (BBKP) telah merampungkan rights issue dengan menerbitkan 35,21 miliar saham kelas B dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham. Dengan berakhirnya tanggal penjatahan di Rabu (1/12), KB Bukopin melaporkan jumlah saham perseroan telah mencapai 67,88 miliar lembar. Jumlah ini 100 persen proyeksi jumlah saham baru dalam dokumen prospektus.

Sebelumnya, periode pelaksanaan rights issue terjadi pada 22 hingga 26 November 2021. Dan tanggal akhir pembayaran pesanan efek tambahan pada 30 November 2021. Serta tanggal penjatahan pada 1 Desember 2021. Dan, tanggal pengembalian kelebihan uang pesanan pada 2 Desember 2021. 

Dalam laporan keterbukaan informasi, dana hasil rights issue akan digunakan secara bertahap. Alokasi utama untuk investasi, dan ekspansi kredit.

Rights Issue Bank Neo Commerce bidik dana Rp2,5 triliun

Di sisi lain, terdapat Bank Neo Commerce yang mengeluarkan 1,92 miliar lembar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 25,71 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat ini, dengan nilai nominal Rp100,- setiap saham dan harga pelaksanaan Rp1.300,- per saham. Sehingga seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp2,5 triliun.

Rights issue ini diperdagangkan mulai tanggal 2 Desember hingga 8 Desember 2021. Berdasarkan laporan keuangan Bank Neo Commerce per 31 Juni 2021 tercatat, modal inti Bank Neo Commerce senilai Rp 1,18 triliun.

Related Articles