Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Superbank Kantongi Laba Rp385 Miliar, Melejit 376%
Superbank bukukan laba sebelum pajak Rp122,4 miliar dan tembus 1 juta transaksi per hari hingga November 2025. (Dok. Superbank)
  • Superbank membukukan laba sebelum pajak Rp385 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, meningkat 376 persen dibandingkan September 2025.

  • Pertumbuhan kinerja ditopang NII, dana pihak ketiga, kredit, aset, dan basis nasabah yang melampaui 8 juta.

  • Integrasi ekosistem digital, kolaborasi dengan Grab, efisiensi operasional, dan CAR mendukung ekspansi bisnis Superbank.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September 2025

Superbank membandingkan laba sebelum pajak pada periode ini dengan capaian sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan dana pihak ketiga juga dibandingkan dengan periode September tahun lalu.

sembilan bulan pertama 2026

Superbank membukukan laba sebelum pajak Rp385 miliar, meningkat 376 persen dibandingkan September 2025.

Kamis (29/10)

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menyampaikan bahwa kepercayaan nasabah menjadi fondasi untuk memperkuat bisnis dan menjaga pertumbuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Superbank membukukan laba sebelum pajak Rp385 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, meningkat 376 persen dibandingkan September 2025.
  • Who?
    PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) dan Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan.
  • Where?
    Superbank menjalankan pengembangan layanan melalui ekosistem digital Grab dan OVO; lokasi pencatatan kinerja belum ada keterangan resmi.
  • When?
    Pada sembilan bulan pertama 2026, dengan keterangan Tigor disampaikan Kamis (29/10).
  • Why?
    Kinerja ditopang pendapatan bunga bersih, dana pihak ketiga, pertumbuhan nasabah, integrasi ekosistem digital, dan efisiensi operasional.
  • How?
    Melalui peningkatan kredit, kolaborasi dengan Grab, produk Pinjaman Atur Sendiri, serta penguatan efisiensi dan permodalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Superbank mendapat laba sebelum pajak Rp385 miliar dalam sembilan bulan pertama 2026. Bank ini punya lebih dari 8 juta nasabah. Uang simpanan dan kreditnya juga bertambah. Superbank bekerja sama dengan Grab dan OVO lewat layanan digital. Sekarang, Superbank terus memperkuat bisnis dan menjaga pertumbuhan yang sehat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertumbuhan laba, kredit, aset, dan basis nasabah menunjukkan Superbank memiliki fondasi yang semakin kuat untuk mendukung ekspansi bisnis. Integrasi dengan Grab dan OVO juga memperluas akses layanan pembiayaan secara langsung melalui aplikasi, sementara efisiensi operasional dan rasio permodalan tetap menjadi penopang pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan laba sebelum pajak Rp385 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, melesat 376 persen dibandingkan September 2025. Apa penyebabnya?

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan menyampaikan, pencapaian kinerja Superbank pada periode tersebut tidak lepas dari pertumbuhan basis nasabah yang telah melampaui 8 juta, dan memperkuat basis pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Sepanjang Januari-September 2026, perusahaan mengantongi pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp1,56 triliun, meningkat 41,9 persen secara tahunan. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga tercatat Rp17,6 triliun, lebih tinggi 79,3 persen dibandingkan periode September tahun lalu.

"Kepercayaan itu menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus memperkuat bisnis, menghadirkan layanan yang relevan bagi nasabah, serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Tigor dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Sementara dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan Superbank meningkat 52,6 persen secara tahunan menjadi Rp13,8 triliun. Hal ini mendorong aset Superbank menjadi Rp27,5 triliun atau naik 66,3 persen secara tahunan.

Menurut Tigor, penyaluran yang kencang ditopang oleh integrasi ekosistem digital. Superbank juga memperkuat kolaborasi dengan Grab dalam mendukung pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan melalui pembiayaan pengadaan ratusan kendaraan listrik untuk armada GrabCar Plus Electric.

Superbank juga mengembangkan produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS), pengguna yang tergabung dalam ekosistem yakni Grab dan OVO dapat mengakses layanan pembiayaan secara langsung dari aplikasi masing-masing tanpa perlu mengunduh aplikasi Superbank.

Selain memperkuat integrasi, kinerja ini didukung oleh efisiensi operasional yang semakin baik, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 54,16 persen dan Pre Tax Return on Equity (ROE) yang meningkat menjadi 6,23 persen dari 2,03 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi permodalan, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di level 73,26 persen, mencerminkan fondasi kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article