Jakarta, FORTUNE - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan laba sebelum pajak Rp385 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, melesat 376 persen dibandingkan September 2025. Apa penyebabnya?
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan menyampaikan, pencapaian kinerja Superbank pada periode tersebut tidak lepas dari pertumbuhan basis nasabah yang telah melampaui 8 juta, dan memperkuat basis pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis.
Sepanjang Januari-September 2026, perusahaan mengantongi pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp1,56 triliun, meningkat 41,9 persen secara tahunan. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga tercatat Rp17,6 triliun, lebih tinggi 79,3 persen dibandingkan periode September tahun lalu.
"Kepercayaan itu menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus memperkuat bisnis, menghadirkan layanan yang relevan bagi nasabah, serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Tigor dalam keterangannya, Kamis (29/10).
Sementara dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan Superbank meningkat 52,6 persen secara tahunan menjadi Rp13,8 triliun. Hal ini mendorong aset Superbank menjadi Rp27,5 triliun atau naik 66,3 persen secara tahunan.
Menurut Tigor, penyaluran yang kencang ditopang oleh integrasi ekosistem digital. Superbank juga memperkuat kolaborasi dengan Grab dalam mendukung pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan melalui pembiayaan pengadaan ratusan kendaraan listrik untuk armada GrabCar Plus Electric.
Superbank juga mengembangkan produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS), pengguna yang tergabung dalam ekosistem yakni Grab dan OVO dapat mengakses layanan pembiayaan secara langsung dari aplikasi masing-masing tanpa perlu mengunduh aplikasi Superbank.
Selain memperkuat integrasi, kinerja ini didukung oleh efisiensi operasional yang semakin baik, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 54,16 persen dan Pre Tax Return on Equity (ROE) yang meningkat menjadi 6,23 persen dari 2,03 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi permodalan, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di level 73,26 persen, mencerminkan fondasi kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
