Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
UBS Bank Ramal Ekonomi ASEAN-6 Masih Bisa Tumbuh 4,9 Persen Tahun Ini
UBS Bank (Dok UBS)
  • UBS Bank memproyeksikan perekonomian ASEAN-6 mencerminkan fase ekspansi yang stabil di tengah ketidakpastian global.

  • Indonesia, Vietnam, dan Singapura disebut sebagai penopang utama pertumbuhan kawasan.

  • UBS menilai ASEAN akan terus menarik minat investor global pada 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE UBS Investment Bank memproyeksikan fundamental ekonomi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN-6 akan tetap tangguh dengan estimasi pertumbuhan 4,9 persen pada 2026. Meski dibayangi ketidakpastian global, kawasan ini dinilai terus memetik keuntungan dari integrasi rantai pasok manufaktur dunia dan kekuatan pasar domestik yang besar.

Proyeksi tersebut disampaikan oleh Grace Lim, Senior ASEAN and Asia Economist UBS Investment Bank Global Research, dalam perhelatan UBS OneASEAN Summit di Singapura.

“Ini mencerminkan fase ekspansi yang stabil. Asia Tenggara terus mendapatkan manfaat dari integrasi yang mendalam dalam rantai nilai manufaktur global, didukung oleh basis pasar domestik yang besar,” kata Grace melalui keterangan tertulis yang dikutip Rabu (4/3).

Grace mengidentifikasi Indonesia, Vietnam, dan Singapura sebagai lokomotif utama yang menjaga ritme pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) regional. Di Indonesia, konsumsi rumah tangga tetap menjadi katalis pertumbuhan. Sementara itu, Filipina didorong oleh penguatan investasi swasta, sedangkan Singapura dan Malaysia mengandalkan ketangguhan ekspor pada sektor teknologi.

Senada dengan hal tersebut, Head of UBS Global Banking South-East Asia & South Asia, Nicolo Magni, menilai kawasan ini tetap menjadi alternatif strategis bagi investor internasional. Ia memprediksi arus modal masuk akan terus menunjukkan tren positif.

“Kami melihat momentum transaksi [aliran modal asing] akan tetap kuat sepanjang 2026, dengan aktivitas pasar modal yang semakin dinamis terutama di sektor healthcare, real estate, dan kebutuhan konsumen,” ujar Nicolo.

Optimisme UBS ini berlandaskan pada performa tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Dalam lingkup regional, Vietnam mencatatkan pertumbuhan hingga 8,02 persen, disusul Malaysia dengan 5,2 persen, dan Singapura 5,0 persen pada periode yang sama.

UBS OneASEAN Summit edisi ke-14 ini menjadi wadah penting bagi lebih dari 850 investor institusi, pembuat kebijakan, dan pemimpin industri untuk merumuskan pandangan strategis di tengah dinamika peluang Asia Tenggara.

Agenda tahunan ini turut menghadirkan jajaran pakar sebagai pembicara, di antaranya Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara; Whitney Shepardson Senior Fellow Council on Foreign Relations, Brad Setser; serta Professor of the Practice of International Finance, Alfred Schipke.

Editorial Team