Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Dominasi Pasar Mewah, Rolex Cetak Rekor Penjualan US$14 Miliar
jam tangan mewah Rolex (unsplash.com/@sabrinnaringquist)

Jakarta, FORTUNE - Raksasa jam tangan mewah asal Swiss, Rolex, kembali menegaskan dominasinya di industri horologi global. Sepanjang 2025, merek berjuluk “The Crown” ini membukukan penjualan lebih dari CHF 11 miliar, atau setara sekitar US$14 miliar dan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Lebih dari sekadar memimpin pasar, Rolex menyumbang sekitar 33 persen dari total nilai penjualan industri jam tangan Swiss tahun lalu. Artinya, satu dari setiap tiga franc Swiss yang dibelanjakan untuk jam tangan Swiss mengalir ke kas Rolex.

Data tersebut diungkap dari laporan tahunan Swiss Watcher yang disusun Morgan Stanley dan LuxeConsult. Laporan itu juga mencatat Rolex menjual sekitar satu juta unit jam tangan sepanjang 2025.

Menariknya, lonjakan pendapatan terjadi di tengah penurunan volume produksi. Jumlah jam yang dipasarkan Rolex turun 2 persen pada 2025. Ini menjadi tahun kedua berturut-turut perusahaan mengurangi distribusi ke peritel, pola yang jarang terjadi dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Strategi ini mencerminkan pendekatan eksklusivitas yang semakin ketat: suplai terbatas, permintaan tetap tinggi, dan harga yang terus menguat. Dalam lanskap industri yang kian mengerucut ke segmen ultra-premium, Rolex justru mempertegas posisinya sebagai tolok ukur nilai dan simbol status global.

Dominasi Empat Besar

Bersama Cartier, Audemars Piguet, dan Omega, Rolex menguasai sekitar 55 persen total pasar jam tangan Swiss. Namun, jarak Rolex dengan para pesaingnya tetap signifikan.

Cartier berada di posisi kedua dengan penjualan sekitar US$4,5 miliar pada 2025, disusul Audemars Piguet yang meraup US$3,3 miliar dari hanya 53.000 unit terjual. Patek Philippe menempati posisi keempat dengan pendapatan US$3,2 miliar.

Di sisi lain, Richard Mille mencatat performa impresif dari segmen ultra-high-end. Meski hanya menjual 5.950 unit, merek ini menghasilkan US$4,1 miliar. Ini menunjukkan kekuatan pricing power di kelas atas.

Secara keseluruhan, industri jam tangan Swiss memproduksi 14,6 juta unit pada 2025, hanya separuh dari volume produksi pada 2011. Namun, penurunan volume ini diimbangi kenaikan harga yang agresif.

Jam tangan dengan harga di atas US$64.000 (CHF 50.000) menyumbang 89 persen pertumbuhan industri tahun lalu, meskipun hanya merepresentasikan 1,4 persen dari total unit yang diproduksi. Artinya, pertumbuhan industri kini hampir sepenuhnya ditopang oleh segmen super-premium, wilayah di mana Rolex memiliki pijakan paling kokoh.

Memasuki 2026, perhatian industri akan tertuju pada agenda besar seperti Watches and Wonders, panggung tahunan yang kerap menjadi barometer tren horologi global.

Melansir Hodinkee, di Dubai Watch Week 2025, CEO Rolex Jean-Frédéric Dufour mengungkapkan salah satu strategi kesuksesan Rolex, yakni setiap tahun perushaan berupaya meningkatkan mesin-mesinnya dan mengapa memiliki lebih dari 500 program magang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja.

"Industri tanpa pendatang baru sedikit banyak seperti industri yang sedang sekarat," kata Dufour, seraya mengakui generasi baru pembuat jam dan merek independen yang telah membantu memicu kebangkitan kembali jam tangan mekanik.

CEO Rolex juga mengeluarkan peringatan keras bagi sektor pembuatan jam tangan. Ia mengatakan bahwa merek-merek harus memelihara hubungan yang mendalam dan jangka panjang dengan generasi klien berikutnya yang dibutuhkan untuk menumbuhkan apresiasi terhadap jam tangan mekanik dan industri horologi, pilar utama ekonomi Swiss.

Dengan momentum rekor penjualan dan pangsa pasar dominan, Rolex memasuki tahun baru bukan hanya sebagai pemimpin pasar, tetapi sebagai pusat gravitasi industri jam tangan Swiss.

Editorial Team